Tiga Ruko Miliknya Ludes Terbakar di Sungaipenuh, Efendra Heran Tak Masuk Korban Penerima Bantuan

Sebagian korban kebakaran Pasar Baru Sungai Penuh protes. Pasalnya mereka tidak termasuk korban penerima bantuan

Tiga Ruko Miliknya Ludes Terbakar di Sungaipenuh, Efendra Heran Tak Masuk Korban Penerima Bantuan
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Puluhan toko dan Rumah Toko (Ruko) di Kota Sungai Penuh terbakar Rabu pagi (24/1/2018). Kebakaran terjadi sejak pukul 3.30 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Sebagian korban kebakaran Pasar Baru Sungai Penuh protes. Pasalnya mereka tidak termasuk korban penerima bantuan yang diberikan Pemkot Sungai Penuh.

Seperti yang dialami oleh Efendra, Ia mengaku tiga unit ruko miliknya semuanya hangus terbakar besarta barang-barangnya. Namun ternyata, dirinya tidak termasuk sebagai korban yang menarima bantuan dari pemerintah kota Sungai Penuh.

“Saya heran kok nama kita tidak termasuk dalam daftar nama penerima bantuan, kata Efendra kepadatribunjambi.com, Minggu (23/12).

Padahal sebelumnya ujarnya, dirinya sudah melaporkan, bahkan menyerahkan bukti sertifikat, membuat surat pernyataan dan membuka rekening untuk penerima bantuan. Namun saat bantuan akan diserehkan, justsru namanya tidak termasuk korban penerima bantuan.

“Saya sudah datang ke kantor DPKAD mempertanyakan hal itu, tapi kata mereka nama saya tidak  masuk. Padahal ini sudah lama, sudah satu tahun kejadian ini,” sesalnya.

Baca: Bantuan Korban Kebakaran Pasar Baru Sungai Penuh Mulai Dicairkan, Ini Kriteria 72 Orang Penerima

Baca: Bencana Tsunami di Banten dan Lampung, Jokowi Ucapkan Duka, Minta Warga Jangan tak Terpancing Isu

Baca: VIDEO: Band Seventeen Tersapu Tsunami Selat Sunda, Bassist Bani dan Manajer Tewas

Ia berharap agar bantuan yang diberikan benar-benar bisa adil. Yakni diberikan kepada orang yang berhak untuk menerimanya.

“Kita yang habis total tapi tidak dapat bantuan, sementara yang hanya terkena imbasnya saja mendapat bantuan. Seharusnya berikanlah kepada orang yang benar-benar berhak yang benar terkena musibah,” harapnya.

Senada juga disampaikan oleh Tomi, bahwa data penerima bantuan banya terjadi kejanggalan. Dimana banyak warga yang terkena musibah, justru tidak terdata sebagai penarima bantuan.

“Tidak transparan terkait dengan data tersebut. Bahkan BPBD tidak pernah mempublikasikan siapa saja penerima bantuan tersebut. Data awal 103 korban itu juga ada korban yang rumahnya atau tokonya terbakar tapi tidak termasuk dalam penerima bantuan,” ucapnya.

Sementara itu korban luka bakar juga mengaku tidak mendapatkan bantuan. Padahal sebelumnya, pihak pemerintah telah berjanji akan membantu biaya pengobatan pagi korban luka tersebut.

“Dulu saat gubernur datang meninjau, berjanji akan membantu biaya pengobatan suami dan anak saya yang menjadi korban luka bakar, tapi sampai saat ini tidak ada. Berobat ini kami pakai biaya sendiri,” tutur korban lainnya.(*)

Baca: Kakak Raja Arab Saudi Dikabarkan Meninggal Dunia, Pangeran Talal bin Adulaziz karena Penyakit Ini

Baca: Tentara Bayaran Ini Ditakuti Militer Dunia, Keunikannya Tahan Bertarung di Bawah Suhu Nol Derajat

Baca: Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Harga Bahan Pokok di Sarolangun Naik, Telur Rp 40 Ribu

Baca: 4 Hari Hanyut di Sungai Batang Merangin, Jasad Hendri Gunawan Ditemukan 25 Km Dari Tempat Dia Hilang

Penulis: heru
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved