Warga Malaysia Dihukum 16 Tahun Penjara, Isa Ucapkan Terima Kasih

Isa bin Muhamed warga Malaysia yang terjerat narkotika, akhirnya divonis lebih berat dari tuntutan jaksa.

Warga Malaysia Dihukum 16 Tahun Penjara, Isa Ucapkan Terima Kasih
Tribunjambi/Mareza
WNA asal Malaysia, Isa bin Muhamed mendengarkan vonis di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (18/12/2018) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Isa bin Muhamed warga Malaysia yang terjerat narkotika, akhirnya divonis lebih berat dari tuntutan jaksa.

"Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan," ketua majelis hakim, Makaroda Hafat membacakan amar putusan, Selasa (18/12/2018).

Vonis itu dijatuhkan, lantaran Isa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika, dan termasuk dalam jaringan internasional yang memasukkan narkotika ke Indonesia.

Selain itu, riwayat perkaranya yang pernah dihukum empat kali di Malaysia juga menjadi hal yang memberatkan terdakwa yang mengaku bekerja sebagai satpam di Johor Bahru itu.

Di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jambi itu, Isa hanya bisa menunduk dan memilih menerima vonis yang dijatuhkan. Isa hanya beranjak pelan dan tersenyum seraya mengucapkan terima kasih sebelum meninggalkan ruang sidang.

"Terima kasih," katanya singkat jelang meninggalkan kursi persidangan.

Baca: Terungkap Tarif Endorse Artis, 4 Fakta Baru Kasus Kosmetik Ilegal Jatim, Nella Karisma Diperiksa

Baca: Kemenag Merangin Bagikan Tips Agar Tak Tertipu Travel Umroh

Baca: Kebun Jagung dan Kacang Kebanjiran, Petani di Kota Jambi Rugi Rp 20 Juta

Baca: Terendam Banjir, Separuh Kabupaten Muarojambi Rawan Penyakit, Ini 6 Kecamatan Paling Rawan

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Sukmawati menuntutnya sebagaimana dalam dakwaan subsider, pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaksa menuntut Isa dengan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan. Atas tuntutan itu, Isa yang menolak didampingi penasihat hukum hanya memohon keringanan.

Diberitakan sebelumnya, Isa ditangkap di Bandara Sultan Thaha Jambi, pada Sabtu (1/9/2018) malam. Dia ditangkap dengan barang bukti tiga paket sabu total seberat 149,15 gram. Dengan rincian, paket 1 dengan berat kotor 50,85 gram, paket 2 dengan berat kotor 47,95 gram, dan paket 3 dengan berat kotor 50,35 gram.

Sabu itu dia beli dari Boy di Johor Bahru, Malaysia, seharga RM 5000 atau sekitar Rp 17.885.000. Berdasarkan pengakuan di persidangan sebelumnya, pria yang bekerja sebagai security ini telah empat kali dipidana di Malaysia dengan kasus narkotika.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved