Kebun Jagung dan Kacang Kebanjiran, Petani di Kota Jambi Rugi Rp 20 Juta

Sekitar 215 rumah warga di Kota Jambi terendam banjir. Tak hanya itu, 4 hektare lahan pertanian juga ikut terendam.

Kebun Jagung dan Kacang Kebanjiran, Petani di Kota Jambi Rugi Rp 20 Juta
tribunjambi/abdullah usman
Banjir dan gagal panen, menjadi penyebab Batanghari kekurangan produksi beras, dari target yang ditetapkan 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Debit Sungai Batanghari meluap, Sekitar 215 rumah warga di Kota Jambi terendam banjir. Tak hanya itu, 4 hektare lahan pertanian juga ikut terendam. Petani merugi, karena terpakasa panen dini.

Hal ini diungkapkan Damiri, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi. Ia mengatakan, kebun jagung dan kacang tanah seluas 4 hektare di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan terendam banjir. Petani terpaksa melakukan panen dini.

“Petani merugi. Hitungannya sekitar Rp 20 juta,” kata Damiri, Selasa (18/12).

Damiri menyebutkan, tanaman jagung dan kacang tersebut rencananya untuk di persiapkan panen menjelang tahun baru.

“Rotasi petani memang ingin menjual pada saat harga tinggi, sistem tanam memang mengejar tahun baru. Namun gagal,” kata Damiri.

Meski demikian kata Damiri, kebutuhan jagung untuk tahun baru tetap tersedia. Bisa dipasok dari dari luar Kota Jambi.

“Biasanya permintaan jagung meningkat pada tahun baru. Untuk itu tetap tersedia,” ujarnya.

Lebih lanjut Damiri mengatakan, untuk petani padi di Jambi tidak mengalami kerugian, karena sebelum musim hujan dan banjir melanda, para petani padi sudah melakukan panen.

“Alhamdulillah semua petani padi sudah duluan panen,” ujarnya.

Baca: Terendam Banjir, Separuh Kabupaten Muarojambi Rawan Penyakit, Ini 6 Kecamatan Paling Rawan

Baca: Ungkap Kasus Dugaan korupsi Alkes Bungo, Jaksa Hadirkan 15 Saksi dari PPHP

Baca: Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Bank Mandiri dan Danamon Siapkan Rp 14 Triliun

Baca: Kursi Wakil Ketua DPRD Merangin Kosong, Begini Komentar Zaidan Ismail

Untuk Kota Jambi sebut Damiri, ada 140 hektare lahan pertanian, sayur, buah, palawija, holtikultura. Untuk lahan sawah tersisa seluas 900 hektare.

Di sisi lain, debit Sungai Batanghari diprediksi masih akan naik. Hal tersebut dilihat dari pantauan pintu air ancol, pasar, Kota Jambi.

Udin, penjaga pintu air mengatakan, debit Sungai Batanghari berada di ketinggian 13.75 meter. Masuk kategori siaga III.

“Sebelumnya masih 13.70 meter. Kemungkinan masih akan naik lagi,” katanya.

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved