Kasus Pipanisasi, Imran: Kalau Ada Bukti, Siapapun akan Kami Tindak

Penyidikan Kejati Jambi perlu dua alat bukti untuk menjerat nama-nama yang disebut dalam kasus pipanisasi di Tanjab Barat.

Kasus Pipanisasi, Imran: Kalau Ada Bukti, Siapapun akan Kami Tindak
plus.google
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menanggapi beberapa nama yang disebut di persidangan perkara pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) beberapa waktu lalu, tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi angkat bicara.

Kasi Penyidikan Kejati Jambi, Imran Yusuf kepada awak media menyampaikan, tetap menerima informasi apapun yang mereka terima dari berbagai pihak, termasuk di persidangan.

Namun, kata dia, untuk mengetahui keterlibatan nama-nama yang beredar itu, pihaknya membutuhkan sedikitnya dua alat bukti.

"Pembuktian itu, minimal dua alat bukti yang pas. Itulah yang harus kita buktikan, informasi itu sahih atau tidak," kata dia, belum lama ini.

Menurut Imran, pihaknya tidak mempertentangkan informasi dari siapapun. Karena menurutnya, tim penyidik juga bekerja berdasarkan informasi yang mereka peroleh.

Pihaknya juga tidak memandang siapa yang akan mereka jadikan target operasi.

"Kalau ada bukti yang cukup, pasti akan kami sampaikan ke masyarakat. Kami tidak memandang itu siapa, tetapi nama siapapun yang disebut, sepanjang ada alat bukti yang cukup, itu akan kami berikan tindakan," tegasnya.

Baca: Antisipasi Banjir, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi Siap Tunggu Perintah

Baca: Begini Pesan Jokowi Kepada 6.000 Penerima Sertifikat di Jambi

Baca: Tiga Incumbent Ikut Berebut Kursi KPU Kerinci

Baca: Lagi Asyik Pesta Sabu, Sepasang Kekasih di Tungkal Digerebek Polisi

Dia mengaku tidak mempersoalkan nama siapa yang disebut. Sebab, kata dia, informasi dari siapapun penting dalam penyelesaian kasus, temasuk kasus proyek yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 18,4 miliar ini.

"Kami mencatat informasi. Setiap informasi yang berkembang menjadi catatan buat kami.
Nah, sekarang apakah informasi ini didukung dengan alat bukti yang cukup atau tidak, itulah yang jadi tugas kita sama-sama," pungkasnya.

Dapat diinformasikan, sebelum ini beredar beberapa nama lain yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek multiyears pipanisasi di Tanjabbar yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 151 miliar itu.

Terkait kasus tersebut, lima terdakwa masih menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. Satu di antaranya adalah, mantan Kadis PU Tanjabbar, Hendri Sastra.

Selain itu, kasus itu juga menjerat Plh Kadis PU Tanjabbar, Sabar Barus, pelaksana lapangan PT Mega Citra Consultan, Hendy Kusuma, Direktur PT Mega Citra Konsultan, Eri Dahlan, dan kuasa direktur PT Batur Artha Mandiri, Wendi Leo Heriawan.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved