Harga Kelapa Anjlok, Balitbangda Tanjab Timur Usulkan 11 Ribu Ha Kebun Kelapa Dalam Direplanting

Sekitar 20 persen atau sebanyak 11,600 hektar kebun kelapa dalam di Tanjab Timur perlu peremajaan.

Harga Kelapa Anjlok, Balitbangda Tanjab Timur Usulkan 11 Ribu Ha Kebun Kelapa Dalam Direplanting
tribunjambi/zulkifli
Perkebunan kelapa dalam di Tanjab Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK – Dari 58 ribu hektar perkebunan kelapa yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), sekitar 20 persen atau sebanyak 11,600 hektar di antaranya perlu peremajaan.

Hal ini dikarenakan sebagian besar usia pohon kelapa tersebut telah mencapai 50 tahun lebih, sehingga pohon kelapa tersebut tidak lagi produktif.

Meski saat ini harga kelapa dalam tengah terpuruk, Pemkab Tanjabtim tetap berusaha mempertahankan salah satu komoditi andalannya tersebut.

Baca: Punya 500 PAUD, Bupati Sarolangun Minta Guru PAUD Sarjana

Baca: Terendam Banjir, Ruas Jalan Niaso-Tanjung Johor Nyaris Putus, Banyak Kendaraan Terjebak

Baca: Harga Pinang Terjun Bebas, Petani di Tanjab Barat Menjerit

Baca: Jokowi Sebut Tahun 2024, Masyarakat Jambi akan Punya Sertifikat Tanah

Bahkan Pemkab Tanjabtim berencana melakukan peremajaan pohon kelapa tidak produktif, yang disebabkan beberapa faktor, seperti usia, faktor alam dan hama.

Kepala Badan Penelitian Pembangunan Daerah (Blitbangda) Tanjabtim, melalui Kabid Ekonomi dan Pengembangan Budo Armansyah, mengatakan, dari hasil penelitian  Balitbangda, diketahui sekitar 20 persen dari total kebun kelapa dalam di Tanjab Timur perlu peremajaan.

"Penyebabnya bermacam-macam, ada yang memang usia pohon kelapa itu sudah tua, ada juga karena faktor alam seperti terendam, yang jelas pohon kelapa yang memerlukan peremajaan ini sudah tidak produktif lagi,” jelasnya pada Tribunjambi.com, Minggu (16/12).

Pihaknya akan mengusulkan peremajaan kelapa kepada Pemkab Tanjabtim, agar tahun depan dapat segera direalisasikan.

Baca: Jelang Pemilu 2019, Disdukcapil Sarolangun Minta Camat dan Kades Motivasi Warga Rekap KTP

Baca: Beri Pengarahan ke Caleg & Relawan di Jambi, Jokowi Bantah Isu Antek Asing dan PKI, Ini Bantahannya

Baca: Terkendala Dana, Pemberian Gelar Adat Wakil Bupati Sarolangun Ditunda

Baca: Kasus Arisan Online di Tebo Senyap, Ginanjar: Korbannya Diam, Mau Gimana Lagi

Namun karena, keterbatasan keuangan daerah yang dimiliki, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait tentang peremajaan kelapa ini.

"Bersama OPD terkait seperti Dinas Perkebunan, kita akan coba usulkan peremajaan kelapa. Mudah-mudahan tahun depan sudah dapat direalisasikan,” harapnya.

Untuk tahap awal, pihaknya merencanakan akan mengajukan replanting untuk Kecamatan Kuala Jambi dan Muarasabak Timur. Pasalnya, dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanjabtim, dua kecamatan ini menjadi sentra komoditi kelapa dalam di Kabupaten Tanjabtim.

"Terlepas dari persoalan anjloknya harga kelapa dalam saat ini, tujuan kita adalah membantu petani kelapa dalam. Agar perkebunan kelapanya kembali produktif, dan mudah-mudahan ke depan harga kelapa juga membaik. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa dalam,” tukasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved