Jalan Poros Utama Kecamatan Limun Sarolangun Memprihatinkan, Warga di Enam Desa Kesulitan

Jalan poros utama Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi menuju ex marga Bukit Bulan kondisinya saat ini makin memprihatinkan

Jalan Poros Utama Kecamatan Limun Sarolangun Memprihatinkan, Warga di Enam Desa Kesulitan
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Jalan poros utama Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi menuju ex marga Bukit Bulan kondisinya saat ini makin memprihatinkan 

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Jalan poros utama Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi menuju ex marga Bukit Bulan kondisinya saat ini makin memprihatinkan.

Jalan tersebut sulit dilalui oleh kendaraan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ditambah lagi cuaca hujan sering mengguyur daerah itu.

Jalan utama tersebut menjadi perlintasan keluar masuk masyarakat enam desa yaitu, Desa Lubuk Bedorong, Temalang, Meribung, Napal Melintang, Berkun dan Desa Mersip.

Jalan tersebut juga alat transportasi warga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari, untuk menjalankan aktifitas perekonomian, setidaknya terdapat lebih kurang lima titik jalan yang parah dan sulit dilalui.

Jalan yang terlihat banyak berlumpur dan tanah merah itu terlihat dimulai dari desa Panca Karya Kecamatan Limun. Terlebih lagi pada saat musim hujan turun ini, terdapat lobang dan genangan air hingga kedalamannya mencapai lutut orang dewasa. Jika menggunakan kendaraan roda dua jenis matic maupun jenis motor bebek lainnya bisa terbenam dan tidak bisa melintas.

Baca: BREAKING NEWS: Terobos Banjir, Mobil Camat Jangkat Tenggelam, Tiga Penumpang Dikabarkan Meninggal

Baca: Sidang Korupsi Embung Sungai Abang, 2 Terdakwa Dipidana 2 Tahun, Ini Putusan Untuk Terdakwa Lainnya

Baca: Nama-nama Penumpang Korban Tragedi Naas Mobil Camat Jangkat Timur Tenggelam, 3 Orang Meninggal

"Inilah jalan satu-satunya yang kami lewati sehari-hari pak, untuk menjalankan aktifitas baik perekonomian maupun yang lainnya," kata warga bernama Amir, pengendara motor, Rabu (12/12)

Ia mengatakan, dengan kondisi jalan seperti itu kadang berpikir-pikir dulu mau keluar dari desanya baik itu mau ke pasar bahkan untuk urusan lainnya.

"Memang harus mikir-mikir kadang pak, kalau mau keluar desa. Salah satunya kalau musim pesta pernikahan keluarga saat ini, malu sama keluarga yang diluar karena kita tak bisa hadir akibat jalan seperti ini," katanya.

Ia menyebut, hal lain yang menjadi kecemasan bagi warga adalah pada saat keluarga ada yang sakit. Tentu sangat sulit membawa orang yang sedang sakit dengan kondisi jalan seperti itu.

"Kita yang sehat saja bisa sakit habis melewati jalan seperti ini setiap hari, apalagi orang yang memang sedang sakit. Bisa-bisa tambah parah," kata Amir.

Baca: Kabar Bahagia, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tanjab Barat Naik 8 Persen, Ini Besarannya

Baca: Kunjungan Presiden Jokowi ke Jambi Korem 042/Gapu Kerahkan 2.500 Personel Pengamanan

Selain itu hal yang sama juga dikeluhkan para sopir angkutan desa menuju pasar kota sarolangun didaerah, mereka mengeluhkan sekali dan banyak kerugian untuk mendapatkan penumpang akibat jalan yang tidak memadai tersebut.

"Artinyakan, dengan jalan seperti ini sangat berpengaruh dengan perekonomian masyarakat daerah sekitar ini, akibat jalan yang rusak apalagi musim hujan saat sekarang," katan Bujang, salah satu sopir yang berbincang saat itu.

"Kami berharap, semoga pemerintah daerah segera berbaik hati untuk memperbaiki jalan ini, agar kehidupan perekonomian kami berjalan sebagai mana mestinya seperti daerah lainnya," harapan Bujang.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved