Inspirasi Bisnis

Perjuangan 4 Tahun Batik AlFath Berbuah Manis, Keluar dari Zona Nyaman Bersama Bank Indonesia

Pengerajin Batik AlFath satu di antaranya sekian banyak pengerajin batik Jambi yang berhasil mengenalkan batik Jambi ke

Perjuangan 4 Tahun Batik AlFath Berbuah Manis, Keluar dari Zona Nyaman Bersama Bank Indonesia
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Pengelola sekaligus Owner Batik AlFath Jambi, Antoni Budiman dengan aneka kain batik produksinya. Batik AlFath Jambi termasuk Wirausaha Unggulan Binaan Bank Indonesia. 

Oleh: Fitri Amalia (Wartawan Tribunjambi.com)

Batik Jambi dikenal dengan keunikan warna dan motifnya. Karena hal itulah semakin bertambah penggemar batik Jambi dari hari ke hari, baik dari kalangan muda maupun yang tua. Bahkan batik Jambi sudah melalang buana di beberapa negara.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengerajin Batik AlFath satu di antaranya sekian banyak pengerajin batik Jambi yang berhasil mengenalkan batik Jambi ke beberapa negara yaitu di Korea Selatan, mengikuti even Bazaar di Jeddah dan batik Jambi dari AlFath dipakai salah satu perancangan busana tanah air untuk pagelaran mode yang digelar di London dua kali dalam setahun, London Fashion Week.

"Disitulah kita sudah mulai bekerjasama, dengan segala risiko dan itu berkat terbukanya wawasan kita," ujar Antoni Budiman Pengelola dan Owner Batik AlFath Jambi.

Ia dan istrinya juga tidak menyangka usaha mereka yang dirintis selama empat tahun berbuah manis.

Modal Rp 800 ribu

Awal mula Antoni dan istri memulai usaha menjadi pengerajin batik dengan modal Rp 800 ribu. Sebelumnya, istrinya hanya mengambil upahan menombok kain batik. Tetapi karena menginginkan perubahan Antoni dan istri mulai mencetak batik sendiri. "Waktu itu masih sambil menombok kain batik pengerajin lain, tapi kami sudah memulai untuk membuat batik walaupun sedikit demi sedikit," kenangnya.

Ia menjajakan batiknya secara kredit, dari satu kantor ke kantor lainnya. Usaha yang dia rintis sempat goyah karena ia manjadi korban penipuan hingga puluhan juta. "Sempat ngedrop juga karena kena tipu lumayan besar," tuturnya.

Tetapi hal tersebut tidak membuatnya patah arang, malah memicunya untuk berusaha lebih kuat lagi. Pikirannya terbuka saat bekerja sebagai sopir di salah satu hotel berbintang di Kota Jambi, ia bertemu dengan orang-orang besar.

"Pikiran saya mulai terbuka, kalo menjadi orang hebat tidak segampang yang kita bayangkan, mesti punya tujuan dan mesti punya target akhirnya saya bekerja sambil belajar."

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved