Pengembangan Hutan Kota Muarasabak Molor, Ini Kendalanya

Sebelumnya, setelah dilounching bersama Guberbur Jambi, dijadwalkan penanaman pohon tersebut akan dilakukan pada awal Oktober 2018 ini.

Pengembangan Hutan Kota Muarasabak Molor, Ini Kendalanya
tribunjambi/zulkifli
Pengembangan hutan kota Muarasabak, molor 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Meski telah di Lounching pada akhir Agustus 2018 lalu, namun pelaksanaan pengembangan hutan Kota Muarasabak, oleh Pemkab Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang menggandeng Petrochina harus tertunda.

Bahkan sejumlah pohon-pohon yang telah ditanam saat lonching dulu kini telah mati.

Hal itu dikarenakan pihak Petrochina selaku pihak yang akan menanam pohon di hutan kota tersebut, hingga kini belum melakukan penanaman lanjutan.

Sebelumnya, setelah dilounching bersama Guberbur Jambi, dijadwalkan penanaman pohon tersebut akan dilakukan pada awal Oktober 2018 ini.

Baca: VIDEO: 4000 Anak PAUD Menari Zapin Berayun, Kota Jambi Pecahkan Rekor Muri

Baca: Hujan dan Angin Terbangkan Atap Rasuna Garden Food Street, Ini Tanda-tanda akan Turun Hujan Lebat

Baca: Berita Populer 2018: Mulai dari Kematian Dolores, Lia Eden, Hingga Bule Cantik Nikahi Pria Lokal

Hutan Kota Muarasabak
Hutan Kota Muarasabak (tribunjambi/zulkifli)

Sebanyak 40 hektare dari 83 hektare luas total lahan hutan kota akan ditanami pohon-pohon endemik Tanjung Jabung Timur seperti kayu merbau, tembesu, meranti dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjabtim Gustin Wahyudi kepada awak media memaparkan, kalau tugas dari Pemerintah daerah akan melakukan pengembangan fungsinya.

Sebelum dilakukan pengembangan, maka pihak PetroCina yang melalukan penanamnya. Selanjutnya, setelah kewajiban pemeliharaan selama tiga tahun yang dilaksanakan oleh pihak PetroChina dilakasanakan, baru lah diserahkan kepada pihak Pemda.

“Mereka harus pastikan dulu tanaman hidup, kalau tidak hidup mereka harus ganti,” paparnya.

“Disini kita harus sama sama pahami, bahwa penanaman itu akan dilakukan terlebih dahulu baru dilakukan pengembangan. Tugas pertama dari Pemda apa, kita membuat suatu master clean dan ide ide perencanaan seperti apa yang kita inginkan dan itu sudah terealisasi,” lanjutnya.

Sementara itu, Pihak Petrochina saat diwawancarai Tribunjambi.com, mengenai hal itu menyampaikan memang ada kendala teknis sehingga penanaman pohon pada Tahun ini gagal di Laksanakan.

"Masalahnya adalah lelang pertama pekerjaan penanaman pohon yang sudah dilakukan batal karena kendala teknis, dan saat ini dalam proses lelang kedua, mudah-mudahan bisa medapatkan pemenang," kata Tirta Negara selaku Superintendent PMD Petrochina, saat diwawancarai Tribunjambi.com pada senin (10/12).

"Dan, proses lelang ini dari awal hingga pelaksanaan membutuhkan waktu kira-kira selama 120 hari," Tambah Tirta.

Baca: DPTHP2 Batanghari Berkurang hingga Ratusan Orang, Dua Hal Ini Jadi Peneyebabnya

Baca: FGD Pileg dan Pilpres Damai 2019, Karo Ops Polda Jambi Ingatkan Untuk Waspadai Sikap Intoleran

Baca: 143 Pedagang Akan Tempati Pasar Kramat Tinggi

Dijelaskan Tirta, paket pekerjaan penanaman pohon yang di lelang tersebut selain hutan kota juga mencakup hutan lindung Sungai Londrang dengan luas total lebih dari 500 hektare disertai pemeliharaan selama tiga tahun.

"Setelah ditanami pohon itu pun belum bisa diapa-apakan dulu hingga tiga tahun, karena harus memastikan bahwa pohon-pohon yang ditanam tersebut benar-benar tumbuh," ujarnya.(*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved