Rerata Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jambi, Diakibatkan Situs Pornografi

"Ini akan lebih fokus lagi dalam menangani permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," ungkapnya.

Rerata Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jambi, Diakibatkan Situs Pornografi
takasuu
ilustrasi kekerasan pada anak 

Rerata Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jambi, Diakibatkan Situs Pornografi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan anak (PPPA) mencatat setidaknya 130 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2018 ini.

Kepala Dinas PPPA Luthpia mengatakan, pihaknya juga melayani laki laki yang terkena tindak kekerasan.

"Karena tindakan kekerasan itu bukan hanya fisik saja, tetapi juga bisa fisikis, permasalahan ekonomi, dan juga Seksual," jelasnya.

Baca: 24 Warga Sipil Diselamatkan di Nduga Papua, 7 Jenazah Dievakuasi

Baca: 8 Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2019, Ini Analisis Lengkap Masa Depan yang Perlu Anda Tahu

Ia juga mengatakan bahwa di tahun 2019 nantinya P2TP2A akan berbah menjadi Upt PPPA.

"Ini akan lebih fokus lagi dalam menangani permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," ungkapnya.

Ia mengatakan banyak faktor yang bisa menyebabkan kekerasa terhadap perempuan dan anak.

"Tidak hanya permasalahan ekonomi saja, tetapi kekerasan juga bisa diakibatkan dari terpaparnya arus globalisasi dan informasi yang sangat luar biasa saat ini," jelasnya.

Baca: Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Jambi Meningkat 10 Peresen

Baca: Jadwal Liga 1 2018 - Persija Jakarta vs Mitra Kukar dan PSM Makassar vs PSMS Medan Digelar Serentak

Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono, saat konferensi pers di Mapolres Muarojambi, Rabu (6/6), mengatakan tersangka AS melakukan kekerasan terhadap Nurlida.
Kapolres Muarojambi, AKBP Mardiono, saat konferensi pers di Mapolres Muarojambi, Rabu (6/6), mengatakan tersangka AS melakukan kekerasan terhadap Nurlida. (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Dengan demikian, ia juga mengatakan sekarang bukan saja anak yang menjadi korban, tetapi ada juga anak yang menjadi pelaku sekaligus korban.

"Setelah kita dampingi dan di berikan ke psikolog, ternyata mereka rata rata terpapar oleh dampak dari Pornografi," jelasnya, Jumat (7/12/2018).

Ia juga mengimbau kepada para orangtua agar selalu mengawasi anak anak dalam menggunakan internet, dan ajarkan anak-anak agar dapat bijak menggunakan media sosial.

"Mungkin juga orang dewasa yang terkadang masih membuka situs situs yang tidak penting agar dapat meninggalkan hal tersebut," ungkapnya.(*)

Baca: Hari Ini Garuda Indonesia Mulai Operasikan Layanan Garuda Indonesia Vintage Flight Experienxe

Baca: Sosok yang Menemani Zumi Zola Selama Persidangan, Mengapa Istri dan Ibunya Tak Pernah Terlihat

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved