Kebutuhan Meningkat, Pemkab Batanghari Usul Penambahan Pengadaan Pupuk di 2019, Ini Alasannya

"Jikapun ada perbedaan tinggi rendah realisasi di perkecamatan bukan karena pasokan melainkan tergantung pada luas lahan yang ada di kecamatan itu

Kebutuhan Meningkat, Pemkab Batanghari Usul Penambahan Pengadaan Pupuk di 2019, Ini Alasannya
tribunjambi/abdullah usman
2019 Pemkab Batanghari akan mengusulkan penambahan pengadaan pupuk, mengingat kebutuhan pupuk yang meningkat 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Capaan realisasi pupuk di petani yang tersebar di delapan kecamatan di Kabupaten Batanghari, hingga saat ini rata-rata mencapai 90 persen.

Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Batanghari, mengajukan penambahan pupuk untuk tahun depan.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Batanghari, Darwin Nasution mengatakan, penambahan usulan kuota pupuk tahun depan tersebut bukan tanpa sebab. Selain saat ini capaian realisasi pupuk sudah 90 persen juga permintaan dari perkebunan cenderung tinggi.

Baca: Hasilkan 200 Kg Pupuk Kompos dari Tinja, DLH Batanghari Terganjal Aturan Pemasaran

Baca: Belajar Membuat Pupuk Kompos di Alam Sebapo

"Hampir keseluruhan realisasi pupuk disetiap kecamatan dari lima jenis pupuk sudah mencapai 90 persen. Biasanya usulan penambahan itu dikabulkan melihat dari realisasi sebelumnnya," jelas Darwin.

Dikatakannya, dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Batanghari, realisasi pupuknya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan ton.

Untuk jenis pupuk urea saja yang telah terealisasi mencapai 2.414, SP-36 1.790, ZA 834.00, NPK 4.948. dan Organik 463.00 ton. Dari jumlah tersebut hampir setiap kecamatan memiliki kebutuhan pupuk yang tinggi.

Kebutuhan pupuk di Kabupaten Batanghari meningkat tahun ini. 2019 Pemkab akan mengusulkan penambahan pengadaan pupuk
Kebutuhan pupuk di Kabupaten Batanghari meningkat tahun ini. 2019 Pemkab akan mengusulkan penambahan pengadaan pupuk (tribunjambi/abdullah usman)

Kecamatan Mersam misalnya, yang sudah terealisasi untuk pupuk urea mencapai 605.00, SP-36 432,00, ZA 275.00, NPK 1.312,80 dan Organik 50.00. Begitu pula dengan kecamatan lainnya yang memiliki kawasan lahan perkebunan cukup tinggi.

"Jikapun ada perbedaan tinggi rendah realisasi di perkecamatan bukan karena pasokan melainkan tergantung pada luas lahan yang ada di kecamatan tersebut," bilang Darwin.

Lebih lanjut dikatakannya, dari sisa realisasi tersebut hanya beberapa saja yang tersisa. Seperti untuk pupuk urea masih menyisakan 14.ton dan NPK masih menyisakan sekitar 36 ton pupuk lagi.

Baca: Pencuri Itu Ditembak Mati 20 Tahun Lalu, Kini Ada yang Aneh Tersembunyi di Rumah Ini

Baca: Buat Sertifikat Tanah Tak Dipungut Biaya, Ini Persyaratannya yang Harus Dipenuhi

Untuk tahun depan sendiri sesuai rancangan usulan pupuk subsidi tahun 2019, kebutuhan pupuk akan ditambah semisal pupuk urea 3.730, SP-36 3.400, ZA 2.050 NPK 5.320 dan Organik 1.205 ton.

Dengan rincian luasan lahan tanaman pamangan 8.900 H jumlah petani 26.970 jiwa. Untuk holtikultura 200 H dengan kebutuhan masing masing jenis pupuk mencapai angka ribuan. (*)

Baca: Pasukan Elite Inggris SAS Pernah Ditawan Kopassus, di Belantara Kalimantan Fakta Itu Terjadi

Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan ke-16, Ini Prediksi Chelsea Vs Manchester City Live RCTI

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved