Atasi Banjir, Pemkot Sungai Penuh Berharap Bantuan Pemprov dan Balai Wilayah Sungai Sumatera

“Normalisasi ini sifatnya sementara, mengingat sungai induk yaitu hulu dan hilir Sungai Batang Merao berada di wilayah Kabupaten Kerinci,” katanya.

Atasi Banjir, Pemkot Sungai Penuh Berharap Bantuan Pemprov dan Balai Wilayah Sungai Sumatera
Tribun Jambi/Herupitra
Sejumlah wilayah di Kota Sungai Penuh diterjang banjir, menyusul hujan deras yang menguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Kota Sungai Penuh kerap digenangi banjir, bila datang musim hujan. Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Sungai Penuh telah berupaya melakukan normalisasi sungai.

Kapala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sungai Penuh, Martin Kahpiasi dikonfirmasi mengatakan, ada sembilan sungai yang melintas di Sungai Penuh dilakukan normalisasi.

Diantaranya Sungai Batang Merao, Sungai Air Sempit dan Sungai Kecil lainnya, namun normalisasi yang mereka lakukan saat ini hanya bersifat sementara.

Baca: Kebutuhan Meningkat, Pemkab Batanghari Usul Penambahan Pengadaan Pupuk di 2019, Ini Alasannya

Baca: Perubahan Besar di Sekretariat Pemkab Muarojambi

“Normalisasi ini sifatnya sementara, mengingat sungai induk yaitu hulu dan hilir Sungai Batang Merao berada di wilayah Kabupaten Kerinci,” katanya.

Diungkapkannya, pada saat normalisasi sungai banyak ditemukan sampah dan sendimen sehingga aliran mengalir tidak lancar. Dengan adanya normalisasi ini, maka aliran sungai menjadi lancar dan mengurangi dampak banjir di Kota Sungai Penuh.

Hujan lebat menguyur Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Minggu (28/10/2018) sore.
Hujan lebat menguyur Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Minggu (28/10/2018) sore. (tribunjambi/herupitra)

Ia menambahkan, selama pengamatannya jika terjadi hujan di kota Sungai Penuh, tidak begitu berdampak banjir pada kota Sungai Penuh. Akan tetapi apabila hujan terjadi pada hulu Kebupaten Kerinci, maka sangat berdampak pada kota sungai penuh.

“Maka perlunya Pemerintah Provinsi Jambi dan Balai Wilayah Sungai Sumatera untuk membantu mengatasi permasalahan ini,” sebutnya.

Baca: Pencuri Itu Ditembak Mati 20 Tahun Lalu, Kini Ada yang Aneh Tersembunyi di Rumah Ini

Baca: Buat Sertifikat Tanah Tak Dipungut Biaya, Ini Persyaratannya yang Harus Dipenuhi

Terkait hal ini sebutnya, pihaknya pernah koordinasi dengan balai pengairan. Akan tetapi dari pihak balai menyebutkan butuh dana yang besar untuk melakukan normalisasi ini.

“Memang untuk melakukan hal itu, memang membutuhkan dana yang besar,” pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved