Tempat Wisata Lubuk Tembesu, Terendam Air, BPBD Tebo Petakan Daerah Rawan Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, mencatat sejumlah desa rawan terhadap banjir ketika memasuki musim penghujan.

Tempat Wisata Lubuk Tembesu, Terendam Air, BPBD Tebo Petakan Daerah Rawan Banjir
Ist
Tempat wisata Lubuk Tembesu, terendam air akibat banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Heri Prihartono

TRIBUN JAMBI.COM, TRIBUN - Musim penghujan ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Tebo rawan banjir, terutama pemukiman yang berada di sekitar aliran Sungai Batanghari.

Satu diantaranya tempat wisata Lubuk Tembesu, yang berada di Bungkal, Tebo Tengah, harus terendam air akibat hujan yang terjadi pada malam hari.

Akibatnya, banyak pengunjung tempat wisata tersebut yang harus berputar arah dan membatalkan kunjungannya.

Banjir beberapa waktu lalu membuat tempat wisata Lubuk Tembesu, terendam air.
Banjir beberapa waktu lalu membuat tempat wisata Lubuk Tembesu, terendam air. (Ist)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, mencatat sejumlah desa rawan terhadap banjir ketika memasuki musim penghujan.

Desa yang rawan banjir menurut BPBD, umumnya berada di pinggiran Sungai Batanghari. Sehingga ketika debit air naik pada ketinggian tertentu, maka rumah warga banyak terendam.

Kawasan Kecamatan Muara Tabir di Desa Tabun Arang, Olak Kemang, Lintas Tuo, dan Bangko Pintas, Kecamatan Tebo Ilir di Desa Kunangan , kecamatan Tengah Ilir di Desa Lubuk Madrasah, dan Kecamatan Tebo Tengah yakni Desa Aburan Batang Tebo, Mangunjaya, Sungai Alai.

Baca: Cara Mengunci Smartphone Ungkap Kepribadianmu, Jadi Kuncimu Pola, PIN, Geser atau Sidik Jari?

Baca: Detik-detik Satpol PP Adang Pedagang yang Bongkar Muat di Pasar Angso Duo Malam Hari

"Ini akan terjadi banjir jika debit Sungai Batanghari mengalami kenaikan. Naik ke pemukiman, karena pemukiman masyarakat ada yang berada di lokasi rawan banjir," jelas Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Hari Sugiarto.

Curah hujan tinggi biasanya terjadi di November hingga Desember dan Januari yang diperkirakan menjadi puncak musim penghujan.

"Kalau sekarang memang kenaikan debit air Sungai Batanghari juga belum signifikan dan cenderung fluktuatif," bilang Hari Sugiarto.

Baca: Jadwal Tes SKB CPNS Tebo 10-11 Desember 2018, Ini Petunjuk Menjelang Tes Seleksi Kompetensi Bidang

Baca: Prabowo Subianto Geram Soal Pemberitaan Media Terkait Reuni 212, Dia Bilang Pers Banyak Bohongnya

Nantinya BMKG akan memberitahukan secara rinci hasil pengamatan dan disampaikan ke BPBD yang ada di kabupaten/kota. Informasi dari BMKG tersebut akan menjadi acuan BPBD dalam menghadapi musim penghujan.(*)

Penulis: heri prihartono
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved