Rp 13 Juta per Hektare Akan Dicairkan PT SLJ

Dari hasi rapat bersama, Timdu sepakati PTSawit Jambi Lestari untuk membayar ganti rugi upah tanam petani.

Rp 13 Juta per Hektare Akan Dicairkan PT SLJ
Tribunjambi/Abdullah Usman
Rapat bersama, Timdu Batanghari sepakati PT. SJL untuk membayar ganti rugi upah tanam petani. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dari hasi rapat bersama, Timdu sepakati PT Sawit Jambi Lestari untuk membayar ganti rugi upah tanam petani, yang menanam sawit di kawasan lahan HGU milik SJL. 

Dalam rapat tersebut, diambil voting di mana Kelompok tani SPSI terdapat dua kubu berbeda, yakni kelompok Umum SPSI Muslim bersikeras menolak ganti rugi tersebut karena menurutnya kawasan HGU tersebut masih dipertanyakan. Sementara Ketua Kelompok Tani SPSI Alimun menginginkan pencairan tersebut.

Dalam forum tersebut Ketua Umum SPSI, Muslim mengatakan, dalam SPSI kita komitmen untuk tidak menjual lahan, ataupun meminta ganti rugi terkait hal apapun.

Baca: Beli Sabu Rp 500 Ribu dan Langsung Dipakai di Pulau Pandan, Ade Divonis Penjara Satu Tahun

Untuk menghindari anggota gelap, kata Muslim, sudah dibuat KTA khusus anggota SPSI. Saat ini ada sekitar 45 orang yang terdaftar sebagai anggota.

Terkait ganti rugi Rp13 juta, dia mempertanyakan lahan mana yang akan diganti rugi. Jika lahan milik anggota SPSI harus jelas lahan siapa, dan uang ganti rugi itu uang ganti rugi apa?

"Jika memang harus diganti rugi tadi pastikan dulu lokasinya benar atau tidak di wilayah HGU jangan salah alamat, termasuk lahan itu di mana dan milik siapa. Karena susai data peta kawasan yang kita pegang kawasan tersebut di luar kawasan HGU PT. SJL," jelas Muslim.

Baca: Masalah Aset Sekretariat DPRD Tanjab Barat Mulai Terang Setelah Gudang Dibongkar

Pihak timdu dipimpin oleh Asisten Setda Batanghari Farijal, bersama pihak polres, dandim, kejaksaan, dan pihak terkait lainnya meminta waktu untuk memutuskan perkara ini, pihaknya mengakui adanya HGU dari PT SJL ditambah ada kegiatan diatas HGU.

"Dari keputusan rapat dinyatakan pihak PT bukan menjual lahan melainkan hanya membayar upah tanam masyarakat. Tim menyepakatai penggantian rugi tersebut, jika dikemudian hari ada hal yang ingin diproses silahkan melalui hukum dan gugatan," ujar Farijal.

Sementara itu perwakilan pihak PT. Sawit Jambi Lestari (SJL) Ulil Amri mengatakan, dalam pemecahan permasalahan ini bukan karena jual beli lahan, melainkan pembayaran hasil jerih payah masyarakat yang telah menanam di lahan HGU milik PT SJL, jadi bukan jual beli lahan. 

"Dalam permasalahan ini pihak PT hanya ingin membantu pihak klompok tani, dengan membayar uang lelah mereka telah menanam di lahan milik PT yang memang sudah berstatus HGU. Dengan kesepakatan Rp 13 juta per hektar," ujarnya.

Baca: Formasi OPD Pemkab Muarojambi Berubah, Finalisasi Tunggu Tanda tangan Bupati

Lebih lanjut, kata Ulil pihak perusahaan sendiri bersedia membayar ganti rugi dan tidak keberatan akan hal itu. Namun yang menjadi permasalahan justru pada klompok tani itu sendiri yang mengkalim bahwa tanah tersebut bukan di wilayah HGU. Pasalnya memang dalam satu klompok tersebut terdapat dua kubu yang berbeda.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved