Pernah Koma, Balita 2,5 Tahun Alami Infeksi Otak Butuh Uluran Tangan, Ortunya Usaha Temui Bupati
"Saya tak mampu. Berobat saja pakai SKTM. Untuk teraphy, tidak bisa ditanggung SKTM ataupun BPJS. Untuk teraphy harus pakai uang sendiri," katanya
Penulis: Muzakkir | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Wajah sedih terpancar diraut wajah Cici Maryanti (36) warga RT 22 Kelurahan Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin.
Kamis (6/12/2018) pagi, ia datang ke kantor Bupati Merangin dengan menggendong putri ketiganya. Dia ingin bertemu dengan orang nomor satu di Kabupaten Merangin.
Dengan mata berkaca-kaca, Cici mengaku dirinya sudah lama ingin bertemu dengan Bupati ataupun Wakil Bupati. Dia ingin mengadukan semua keluh kesah yang selama ini dialaminya.
Baca: Nama Peserta, Jadwal dan Lokasi Tes SKB CPNS 2018 Kota Sungaipenuh, Bisa Diakses Disini
Baca: BREAKING NEWS: Zumi Zola Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta
Anak yang berusia satu tahun yang digendongnya tersebut, diakui Cici, mempunyai kelainan. Tidak seperti anak lain seusianya, sudah bisa belajar berjalan bahkan ada yang bisa bicara. Sedangkan anaknya yang bernama Selfiana Aulia Putri yang berusia 2,5 tahun belum bisa apa-apa kecuali menangis dan terbaring ditempat tidur.
Kepada Tribunjambi.com Cici mengatakan, sebelumnya ia telah membawa anaknya berobat hingga ke Kota Jambi. Bahkan sudah dirawat di RS Raden Mattaher Jambi, selama lebih kurang dua bulan.
"Dirawat di sano lebih dari satu bulan setengah. 25 hari koma," sebut Cici.
Baca: Aksi Heroik Dokter Rudiansyah dalam Lion Air, Penumpang Mendadak Kritis Tak Bisa Bernapas
Baca: Dari Luar Seperti Kuburan Ternyata Rumah Rp 334 Miliar yang Disebut Tahan Kiamat, Lihat Isi Dalamnya
Usai menjalani perawatan di Kota Jambi, Cici dan keluarga langsung membawa anaknya ke Bangko. Dari dokter, Cici disarankan untuk membawa anaknya untuk melakukan teraphy seminggu sekali. Tapi sayang, dirinya tidak bisa membawa anaknya teraphy khusus, hal itu karena terbentur dana.
"Saya orang tak mampu. Berobat saja pakai SKTM. Untuk teraphy, tidak bisa ditanggung SKTM ataupun BPJS. Untuk teraphy harus pakai uang sendiri," kata Cici.
"Sekali teraphy itu sekitar Rp400 ribu. Seminggu sekali, jadi kalau dalam sebulan empat kali. Sementara kami tidak punya uang. Suami saya kerja serabutan. Kadang kerja, kadang idak. Untuk makan saja susah," sambungnya sambil menghapus air mata yang berlinang dengan kain penggendong anaknya.

Dia hendak bertemu dengan Bupati ataupun Wakil Bupati Merangin itu untuk meminta bantuan. Barangkali orang nomor satu ini punya solusi untuk mengobati anaknya ini.
"Kata dokter, anak saya ini sakit infeksi pada otak. Dulu waktu dia umur 9 bulan pernah jatuh ke lantai saat mandi. Waktu itu kami obati dengan cara kampung," ungkapnya.
Jika dihitung, dirinya sudah empat kali mendatangi kantor bupati, namun tidak pernah bertemu. Sebelum datang ke Bupati, dirinya sudah pernah menghadap Kades, Camat, Dinsos. Bahkan kemarin dia juga ke Dinkes, namun tidak bertemu titik terang.
Baca: Daftar Kesalahan Zumi Zola yang Menurut Hakim Terbukti Gratifikasi, Siaran Langsung Sidang
Baca: Cara Membaca Pesan Whatsapp yang Telah Dihapus, Aplikasi yang Digunakan Lihat Pesan WA
Jika hati pembaca tergugah untuk menolong keluarga Cici, anda bisa menghubunginya di nomor Hp 085379108339.
"Mudah-mudahan ada yang bisa bantu saya. Terutama pak Bupati dan Wakil Bupati," harapnya. (*)