Lewat Program P2DK, Ibu-ibu di Sarolangun, Daur Ulang Sampah Plastik

Selain itu, katanya masyarakat juga bisa mengelola mesin jahit untuk pembuatan pakaian atau sewa jasa tukang jahit seperti biasanya.

Lewat Program P2DK, Ibu-ibu di Sarolangun, Daur Ulang Sampah Plastik
tribunjambi/wahyu
Ibu-ibu mendaur ulang sampah plastik 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kelurahan Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun pada tahun 2018 ini memanfaatkan program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK) dengan mengalokasikan mesin jahit serba guna bagi kelompok ibu-ibu di kelurahan tersebut.

Lurah Dusun Sarolangun, Rulriyadi mengatakan bahwa dari anggaran Rp200 juta rupiah program P2DK, pihaknya mengalokasikan sebanyak 28 unit mesin jahit serba guna bagi 6 Kelompok ibu-ibu.

"Program P2DK, kita alokasi mesin jahit bagi kelompok ibu-ibu penjahit, sebanyak 28 unit untuk 6 kelompok ibu penjahit. Sudah kita serahkan, sekarang lagi merancang pemanfaatan mesin jahit tersebut," bebernya.

Baca: Evaluasi Revisi Zonasi TNBD, Memadukan Aturan Adat Orang Rimba dan Aturan Negara

Baca: Sempat di Level Rp 14.200 per Dolar AS, Rupiah Kembali Melorot

Pemanfaatan mesin jahit serba guna, kata Lurah ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, dan juga kebersihan lingkungan setempat dengan memanfaatkan barang bekas. Sebab, ibu-ibu penjahit ini akan mendaur ulang sampah plastik menjadi tas cantik yang bisa dijual ke masyarakat.

"Desember ini, buat program pembuatan tas plastik dari barang bekas, seperti bekas bungkus minyak sayur, rinso, dan tentunya akan mengurangi sampah plastik dan bisa di jual, tapi masih dirancang," katanya.

Penyerahan bantuan mesin jahit
Penyerahan bantuan mesin jahit (tribunjambi/wahyu)

Baca: Mirip Kisah Film, Dokter ini Jadi Pahlawan Saat Ada Penumpang Kritis di Pesawat yang Sedang Terbang

Selain itu, katanya masyarakat juga bisa mengelola mesin jahit untuk pembuatan pakaian atau sewa jasa tukang jahit seperti biasanya.

Sementara untuk bantuan dana Provinsi Tahun 2018, katanya, pihak kelurahan memanfaatkan untuk pembuatan sumur air bersih bagi pemukiman warga yang masih minim air bersih. Serta peningkatkan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Dusun Sarolangun.

"Dana provinsi kita buat untuk sumur air bersih, bagi pemukiman warga minim air bersih. Kemudian pemberdayaan kelembagaan masyarakat dengan memberikan honorium lembaga adat, posyandu dan juga lainnya untuk pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Baca: Update Pembunuhan Pekerja di Nduga Papua - 19 Pekerja Ditemukan, 3 Selamat & 16 Meninggal Dunia

Baca: 6 Fakta-fakta Zumi Zola Divonis 6 Tahun, Umbar Senyuman, Sampai Tolak Banding, Kini Berubah Drastis

"Program lainnya kita adakan sholat berjamaah dan shubling kita laksanakan dengan jadwal kecamatan, selasa dan kamis. Dan juga giat gotong royong mulai dari RT, Dusun dan lingkungan secara massal," katanya, menambahkan.

Kegiatan ini juga tak terlepas dari dukungan masyarakat dan pengaruh dari bank sampah yang ada di kecamatan sarolangun yaitu penggagas ecobricks pak dalang dan bu siti saadah serta keluarga.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved