Saksi Sebut Tanda Tangan Dipalsukan Seseorang, Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dana PAUD

Saksi enggan menanyakan ke mana uang insentif yang seharusnya mereka terima setelah menandatangai berkas itu. Alasannya, mereka takut.

Saksi Sebut Tanda Tangan Dipalsukan Seseorang, Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dana PAUD
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Sidang perkara kasus dana PAUD 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi kembali menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan dalam sidang perkara dugaan korupsi di PAUD percontohan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Murni dan Capacity Building Center (CBC) Mawaddah Warohmah yang menjerat terdakwa Heriyah.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jambi itu, sebelas orang saksi dihadirkan. 

Mereka termasuk penerima honor saat terdakwa menjabat sebagai ketua lembaga PAUD PKBM Murni dan CBC Mawaddah Warohmah.

Hampir secara keseluruhan, mereka mengaku telah menandatangani kertas yang berisikan tulisan dana insentif yang akan mereka dapatkan.

Baca: Namanya Dikaitkan dengan Produk Komestik Ilegal, Via Vallen : Sudah Dinikmatin Saja

Baca: Satresnarkoba Polresta Jambi Amankan 86 Paket Ekstasi dan 9 Paket Sabu, Narkoba Disembunyikan di Kos

Baca: Wow, Bilik Asmara di Lapas Sukamiskin Dikelola Koruptor, Sekali Pakai Rp 650 Ribu

Namun, uang insentif tersebut tak kunjung mereka terima.

“Saya guru dari 2011 sampai 2016. Kami tidak pernah diajak rapat. Katanya, insentif yang akan diberikan diminta untuk bangun sekolah, namun kita tidak diajak rapat dulu. Pemberian insentif itu saya tanda tangani. Tapi uangny tidak saya terima.” sebut Intan, satu di antara saksi.

Mereka pun enggan menanyakan ke mana uang insentif yang seharusnya mereka terima setelah menandatangai berkas itu. Alasannya, mereka takut.

Dalam persidangan itu, terungkap bahwa uang insentif tersebut digunakan untuk keperluan pembangunan operasional sekolah.

Baca: Pemilih Jambi di Luar Negeri Terdata Ganda, KPU Provinsi Jambi Minta Faktualisasi Tingkat Kabupaten

Baca: Sidang Perkara Pengadaan Alkes di Puskesmas Pada Dinkes Bungo, Empat Saksi Akui Sepakati Hal Ini

Baca: Tim Belukar TNI-Polri Ditembaki Kelompok Separatis Papua Saat Upaya Evakuasi Korban Tewas di Nduga

“Digunakan untuk pembangunan operasional sekolah, misalnya seperti perbaikan fisik yang rusak. Lalu ada juga pembangunan tribun, sampai sekarang masih dipakai,” terangnnya.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved