Segini Besaran Upah Minimum di Batanghari Tahun 2019

"Sesuai Undang-undang nya, jika kabupaten belum memiliki UMK maka kabupaten tersebut menggunakan UMP," jelasnya.

Segini Besaran Upah Minimum di Batanghari Tahun 2019
TRIBUNJAMBI/Usman
Sekretaris Dinas Nakertran Batanghari, Farizal 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Upah minimum provinsi (UMP) Kabupaten Batanghari tahun 2019 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnnya, Disnakertrans sebut kenaikan sekitar Rp200 ribuan.

Berdasarkan surat keputusan gubernur Jambi nomor 1/03/ KEP.GUB/DISNAKER-3.3/2018. tentang penetapan upah minimum provinsi jambi tahun 2019.

Berdasarkan surat keputusan tersebut UMP tahun 2019 sebesar Rp 2.423.889,16 jumlah tersebut terbilang lebih tinggi dari UMP sebelumnnya Rp 2.243.718.

Baca: VIDEO: Gunakan Konsep Ecobricks, Sulap Botol Plastik Bekas Air Mineral Menjadi Kursi dan Meja

"Kalau kita Batanghari masih menggunakan UMP bukan UMK, Alhamdulillah tahun 2019 mendatang UMP Kita naik sekitar Rp200 ribuan," sebut Sekretaris Dinas Nakertran Batanghari Farizal, kepada tribunjambi.com

Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Batanghari saat ini masih menggunakan UMP, berbeda dengan kabupaten kabupaten lainnya yang sudah menggunakan upah minimum Kabupaten (UMK).

Menurutnya, dengan demikian keadaan tersebut terbilang lebih menguntungkan bagi para buruh ataupun pekerja di Batanghari. Mengingat untuk penghasilan mereka di setarakan dengan penghasilan Provinsi jambi.

Baca: Ingat Sosok Lindswell Kwok yang Bikin Jokowi Acungkan Jempol, Kini Dia Memutuskan Jadi Mualaf

"Sesuai Undang-undang nya, jika kabupaten belum memiliki UMK maka kabupaten tersebut menggunakan UMP," jelasnya.

UMP tersebut akan mulai dibelakukan pada 1 januari 2019 mendatang, meskipun nanti dipertengahan tahun 2019 Kabupaten Batanghari menyusun pembentukan dewan persyaratan UMK dan sudah jadi di pertengahan tahun namun UMK tersebut terap diberlakukan pada tahun 2020 mendatang.

Sementara itu dikatakan Junaidi satu dari pekerja swasta di Kabupaten Batanghari mengatakan, dengan ditetapkannya UMP Kabupaten Batanghari tahun 2019 sebesar Rp 2,4 Juta tersebut masih terbilang kecil untuk ukuran mereka yang telah berkeluarga.

Menurutnya, Untuk Kabupaten Batanghari dengan jumlah UMP yang masih diangka Rp 2,4 juta masih rawan bagi keluarga, terbih pendapatan sampingan dari hasil perkebunan jauh merosot dan tidak bisa jadi penyokong.

"Kalau saya pribadi jumlah segitu masih belum aman, terutama bagi kita yang sudah berkeluarga. Paling tidak Rp2,8 - Rp3 Juta baru bisa dikatakan aman," jelasnya.

Menurutnya, mayoritas warga batanghari tinggal di perdesaan meskipun para kepala keluarga ada yang menjadi buruh dan karyawan.

Namun sebagian besar mereka mengandalkan hasil pertanian harapan mereka dengan UMP yang lebih tinggi dapat menutupi kebutuhan mereka sehari hari dimusim paceklik saat ini. (*)

Baca: Tes SKB di Merangin Gunakan 2 Sekolah, Ini Jadwalnya

Baca: Sudah Masuk 10 Besar, Calon Anggota KPU Kerinci Justru Dicoret KPU Provinsi

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved