Dewan Kebudayaan Belum Terbentuk, Ini Kata Yakub Asyari, Kabid Kebudayaan Muarojambi

Diakui Yakub, pihaknya sudah melakukan rapat di kementerian yang dalam rapat tersebut di dalam kementerian ada program Indosiana.

Dewan Kebudayaan Belum Terbentuk, Ini Kata Yakub Asyari, Kabid Kebudayaan Muarojambi
Humas Kementerian Agama RI
Tarian yang ditampilkan pada acara Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) V di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Jambi Kamis (25/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Kabupaten Muarojambi belum memiliki dewan kesenian atau dewan kebudayaan. Hal ini diungkapkan oleh Yakup Asyari, Kepala Bidang Kebudayaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi.

Menurutnya, kedua hal tersebut penting. Apalagi untuk Kabupaten Muarojambi yang memiliki situs seperti candi di Kabupaten Muarojambi. Hal ini juga kata dia, membawa efek positif bagi pengenalan lebih untuk kebudayaan Kabupaten Muarojambi.

"Saat ini kita belum memiliki itu. Tidak hanya itu, seharusnya dana kebudayaan itu dianggarkan lebih tinggi, namun dana yang ada selama ini sangat-sangat sedikit. Tapi, ke depan kita akan buat itu," ujarnya.

Baca: Video: Detik-detik Wisatawan Amerika Jatuh dari Paralayang, Sempat Pegang Kaki Instruktur Tapi

Baca: Data Orang Gila di DPT Pemilu 2019 Naik Drastis Jadi 43 Ribuan, Ternyata Buah Perjuangan Panjang

Baca: Link Download 104 Instansi yang Umumkan Nama dan Jadwal SKB CPNS 2018, Cek Juga di sscn.bkn.go.id

Lebih lanjut saat di singgung mengenai festival Candi Muarojambi yang batal dilaksanakan pada tahun ini, Yakup mengatakan, bahwa tupoksi tersebut sebenarnya masih ada di Dinas Pariwisata. Namun, memang untuk tahun berikutnya, tupoksi tersebut berada di Dispendikbud Kabupaten Muarojambi.

"Itu batal, dan sekarang karena tupoksi berada di kita, kita sudah buat pokok-pokok pikiran dan saat ini saya perjuangkan. Nanti, di situ kita naikkan kegiatan-kegiatan festival luar dan dalam," jelasnya.

Diakui Yakub, pihaknya sudah melakukan rapat di kementerian yang dalam rapat tersebut di dalam kementerian ada program Indosiana. Namun perlu diadakan workshop untuk acara festival tersebut.

Seorang pekerja tengah bekerja melakukan pemugaran kompleks Candi Muaro Jambi, Rabu (15/6). Candi Gumpung 2 saat dilakukan pemugaran
Seorang pekerja tengah bekerja melakukan pemugaran kompleks Candi Muaro Jambi, Rabu (15/6). Candi Gumpung 2 saat dilakukan pemugaran (TRIBUNJAMBI/HANIF BURHANI)

"Itu biayanya Rp282 juta. Ternyata itu tidak dimasukkan dalam anggaran. Sedangkan dana sharing pusat itu lebih tinggi dari nilai tersebut. Kalau itu tidak dianggarkan, maka dana pusat itu tidak keluar. Di paripurna ternyata tidak di masukan. Ini yang saat ini tengah kami perjuangkan," terangnya.

Hal ini kata dia, seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan juga DPRD Kabupaten Muarojambi. Untuk itu kata dia, saat ini pihaknya sudah mengajukan ke Sekda untuk pengajuan anggaran.

Ia menjelaskan bahwa dalam pokok-pokok pikiran nantinya akan berkoordinasi untuk memunculkan semua sanggar yang ada di Kabupaten Muarojambi. Nantinya akan ada rapat dan pelatihan ke semua pelaku seni yang ada di Muarojambi.

Baca: Jokowi Sebut Peristiwa Nduga Papua di Zona Merah, Ini Instruksinya ke Panglima TNI dan Kapolri

Baca: Ingat Sulis Penyanyi Cilik Teman Duet Haddad Alwi? Lama Tak Terdengar Kini Terbaring di Rumah Sakit

"Dengan dana itu, nantinya kita akan lakukan pertemuan semua sangar, lembaga adat, pelaku seni, pelaku budaya, itu nanti kita undang. Kita adakan forum diskusi, dan nantilah akan muncul fokusnya ke mana," tuturnya, menjelaskan. (*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved