Kisah Harefa 10 Tahun Menjadi Ajudan Zulkifli Nurdin, Ini Pesan Mendiang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Mantan ajudan Zulkifli Nurdin (ZN) semasa menjadi Gubernur Jambi dua periode, Harefa

Kisah Harefa 10 Tahun Menjadi Ajudan Zulkifli Nurdin, Ini Pesan Mendiang
TRIBUNJAMBI/IST
Ratu Munawaroh dan almarhum Zulkifli Nurdin (ZN) saat blusukan ke keluarga-keluarga di Jambi. Harefa di belakang ZN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Mantan ajudan Zulkifli Nurdin (ZN) semasa menjadi Gubernur Jambi dua periode, Harefa satu di antara orang yang punya banyak waktu bersama almarhum.

Harefa yang merupakan anggota Polri berpangkat Iptu kepada Tribun mengisahkan pengalaman dirinya selama 10 tahun menjadi ajudan ZN.

"Bagi saya pribadi, beliau bukan hanya sekadar pimpinan saja. Melainkan beliau seorang figur orang tua yang baik, mengajarkan sikap ketauladanan, memiliki jiwa sosial nan tinggi. Beliau selalu menerima saran yang posif dari manapun untuk dia pertimbangakan," tutur Harefa membuka obrolan .

Kalau itu positif, maka beliau menerimanya, terlebih-lebih jika bicara tentang pembagunan Provinsi Jambi. "Beliau selalu mengatakan bahwa harus berbuat sesuatu yang nyata untuk dikenang jika tidak menjabat lagi," ungkap Harefa yang dikirim via WhatsApp Tribun, Kamis (29/11).

Kata Harefa, selala dua priode mendampingi ZN, sudah melaksanakan perjalanan panjang di seluruh belahan Bumi Provinsi Jambi.

"Kami sudah jajaki bersama mulai daerah terpencil yang belum pernah dilalui kendaraan, kami tempuh dengan rakit atau kuda, apalagi bila ditempuh dengan berjalan kaki. Sering kami dan rombongan ketingalan karna beliau dikenal berjalan sangat cepat," tutur anggota mantan Kapolsek Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi ini.

Semua, lanjut Harefa dilakukan oleh beliau untuk melihat bagaimana keadaan masyarakat dan apa saja hal yang mendasar perlu dibantu di pelosok pedesaan.

"Jika kita pikir pasti letih namun keletihan itu terobati karena sikap beliau yang bersahaja, ramah tamah terhadap bawahan dan termasuk kepada semua orang," imbuhnya.

Selain itu beliau selalu menekankan kepada kami bahwa setinggi apapun jabatan kita namun jangan pernah meremehkan orang lain. Karena salah satu yang ada di dalam diri orang itu pasti mempunyai kelebihan tersendiri yang tidak kita miliki.

"Beliau juga mengatakan jika kita salah jangan pernah gengsi meminta maaf kepada orang lain sekalipun itu anak kita sendiri. Karena dalam menyelesaikan suatu permasalah maka dudukkan dulu permasalah dengan sarat jangan berat sebelah. Ajak seluruh elemen untuk ikut serta memberi saran dan solusi," kenangnya.

Di setiap perjalanan ke daerah tentunya ditempuh berjam-jam menggunakan kendaraan, selain beliau mengerjakan pekerjaan berupa menyelesaikan surat-surat dalam perjalanan itu, beliau sering menjajak bercerita pengalaman beliau.

Yang mana cerita itu akan mengiring untuk nasehat membentuk sikap kita yang positif.
Sikap beliau yang tidak pernah membedakan suku etnis dan menghargai perbedaan keyakinan umat beragama membuat Provinsi Jambi dikenal sebagai negeri yang sejuk, aman, ramah dan harmonis.

Kini beliau telah meninggalkan kenangan yang indah dan baik untuk kita semua. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT. Selamat jalan orang tua kami tercinta, doa kami selalu mengiringmu. (jun)

Penulis: ridwan
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved