Bappeda Jambi Gelar Bimtek Tingkatkan Penyusunan RKBMD

Bimtek tata cara penyusunan RKBMD dan pengenalan aplikasi pengolahan BMD berlangsung di aula kantor Bappeda Provinsi Jambi.

Bappeda Jambi Gelar Bimtek Tingkatkan Penyusunan RKBMD
Tribunjambi/Fadly
Bimtek mengenai tata cara penyusunan RKBMD dan pengenalan aplikasi pengolahan BMD berlangsung di aula kantor Bappeda Provinsi Jambi. 

Laporam Wartawan Tribun Jambi, Fadly

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari ini Jumat (30/11), penutupan bimtek mengenai tata cara penyusunan RKBMD dan pengenalan aplikasi pengolahan BMD berlangsung di aula kantor Bappeda Provinsi Jambi.

Dalam bimtek ini, jumlah peserta dari seluruh OPD lingkup pemerintah Provinsi Jambi mencapai 180 orang. Acara berlangsung mulai 28-30 November 2018.

Syafrial Kabag Penatausahaan BMD mengatakan tujuan dari acara ini adalah agar para kasubang program/ tata usaha dapat menyusun RKBMD secara baik dan benar, kemudian para pengelola BMD dapat menerapkan sistem informasi pada OPD masing-masing melalui sistem aplikasi pengelolaan BMD.

"Nantinya seluruh pembelian atau pengadaan barang sampai pengalokasian barang dan penyusutan melalui aplikasi e-BMD," jelasnya.

Baca: Sering Disebut Kembar, Inilah Dua Anak Zulkifli Nurdin yang Gantengnya Suka Bikin cewek Meleleh

Baca: 3 Bulan Tak Bayar Tagihan, Listrik Dinas BKPSDM dan BPKAP Sarolangun Diputus PLN

Kendati applikasi ini masih dalam tahap awal dan masih banyak kekurangan, tetapi ia optimis nantinya para OPD mampu menggunakan aplikasi ini dengan baik.

"Sebenarnya penggunaan aplikasi ini akan diberlakukan pada tahun 2019, banyak kekurangan, nantinya aplikasi ini akan terkoneksi dengan aplikasi dari Bappeda, dan para OPD mau tidak mau harus memahami aplikasi ini," jelasnya.

Semua pengadaan dari APBD harus melalui aplikasi e-BMD. "Nantinya setelah aplikasi ini benar-benar berjalan, barang yang akan dibeli harus diinput terlebih dahulu, setelah itu akan ada notivikasi yang menjadi salah satu persyaratan pencairan," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya aplikasi ini semua pencatatan dan keberadaan barang bisa terdeteksi.

"Jangan sampai waktu kita mencatat barabg tiba tiba tidak ada," jelasnya.

Baca: Tujuh Fraksi Sepakat Terima RAPBD Tebo TA 2019 Senilai Rp 1 Triliun Lebih

Baca: Kepergok Curi Kotak Amal, Suhendra Babak Belur Dihajar Massa

Syafrial meyakini bahwa dengan aplikasi ini barang yang akan di beli bisa dapat kepastian dan tercatat.

"Harusnya 100 persen kita meyakini dengan aplikasi ini tidak ada lagi kendala dalam pembelian barang milik daerah, karena akan melewati beberapa tahap dan menjadi salah satu persyaratan untuk mencairkan barang yang akan dibeli," jelasnya.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved