Kapolres Simalungun Bilang Sudah Beri Peringatan Nenek Hilderia, Rumah Diblokade Tembok Tetangga

AKBP Marudut menjelaskan sudah memberitahu Hilderia beserta anaknya untuk pindah sebelum dilakukan penembokan.

Kapolres Simalungun Bilang Sudah Beri Peringatan Nenek Hilderia, Rumah Diblokade Tembok Tetangga
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Elsa Purba cucu dari Hilderia Samosir melangkah melompati tembok dengan bantuan tangga agar dapat masuk ke rumahnya di Jalan Pabrik Kertas, Kelurahan Siopat Suhu, Kota Siantar, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUNJAMBI.COM, SIANTAR - Rumah yang ditinggali nenek Hilderia Samosir (73) bersama anak dan cucunya, dikepung tembok tetangga.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, memastikan tanah yang digunakan sebagai rumah Hilderia merupakan aset Polres Simalungun dan sebagian merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

AKBP Marudut juga membawa Tribun Medan mengelilingi aset Polres Simalungun ini.

Dia menjelaskan membuat tembok itu pada 2017 untuk menghindari kemungkinan adanya serangan teroris.

AKBP Marudut menjelaskan sudah memberitahu Hilderia beserta anaknya untuk pindah sebelum dilakukan penembokan.

Katanya, sudah tiga kali memberikan keringanan kepada Hilderia.

Baca: Cucunya Harus Melompati Tembok, Nenek Hilderia Tak Bisa Keluar Rumah, Diblokade Tembok Tetangga

Baca: Tiba-tiba Tes Urine, Ratusan ASN Tanjab Barat Tak Berkutik

Baca: Suasana Mencekam, Polisi Kejar Ratusan Tahanan yang Kabur dari Lapas di Aceh

"Saya perintahkan untuk ditembok. Udah mau dipagari, ibu itu bermohon karena rumahnya belum jadi ditempat lain. Karena saya toleransi saya kasih. Lalu datang lagi, saya sambungi lagi keringanan. Kalau gini terus mundur-mundur. Buat surat pernyataan sesuai dengan permintaan ibu itu. Mereka juga melakukan pencurian listrik," ungkapnya, Kamis (29/11/2018).

AKBP Marudut mengatakan penembokan mengosongkan rumah itu untuk menjaga aset negara.

"Kalau aset tidak dijaga kan gak mungkin. Kalau gak membuat. Memang kita buat sesuai petunjuk ibu itu. Saya sudah toleransi dan punya kemanusian gak? Itu tanahnya siapa. Itu dasarnya apa," katanya.

Sebelumnya, dua unit rumah yang berada di belakang Asrama Polisi Polres Simalungun terkepung tembok setinggi dua meter.

Halaman
12
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved