ASN Bisa Diganjar Pidana, Akan Diawasi Secara Ketat oleh Bawaslu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jambi memberikan warning seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa menjaga netralitas.

ASN Bisa Diganjar Pidana, Akan Diawasi Secara Ketat oleh Bawaslu
tribunjambi/darwin
ilustrasi ASN 

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Jambi memberikan warning    seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa menjaga netralitas.

Soalnya dalam pemilu kali ini oknum ASN rawan ikut mengkampanyekan caleg

Ketua Bawaslu Kota Jambi, Ari Juniarman menuturkan akan memberikan sanksi berupa sanksi pidana bila ada ASN yang ketahuan tidak netral.

"Ada sanksi pidananya kalau ASN tersebut tidak bisa menjaga netralitas," katanya, kemarin.

Dia melanjutkan semua aktivitas ASN yang terlibat dalam pemilu sudah tertuang dalam Undang-Undang Pemilu No 7 Tahun 2017.

Dalam UU tersebut sudah tercantum bahwa Bawaslu bertugas wajib untuk mengawasi netralitas para ASN, Tentara Nasional Indonesia (TNI), maupun anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Pihaknya juga mempunyai wewenang untuk memberi rekomendasi kepada instansi yang terkait tentang hasil pengawasan terhadap TNI, ASN, dan Polri.

Jika terbukti, mereka akan dikenakan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengatur soal sanksi.

"Sanksi sedang dan berat akan menanti mereka jika terbukti melanggar peraturan. Mulai dari penundaan naik pangkat dan sampai pemecatan," lanjutnya.

Ketika ditanya mengenai perbandingan netralitas ASN pada Pemilu 2019 dengan Pilwako Jambi yang kemarin, dirinya mengatakan masih aman-aman saja.

"Alhamdulillah saat ini menurun. Sampai sekarang belum ada ditemukan. Peserta pemilu juga cukup aktif melakukan koordinasi dan komunikasi ke kami," tutupnya. (arn)

Editor: awang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved