Angka Perceraian di Bungo Meningkat, Hingga November Sudah 509 perkara, Selingkuh Jadi Penyebab

Menilik data dari Pengadilan Agama Bungo, angka perceraian untuk PNS naik sekitar 30 persen.

Angka Perceraian di Bungo Meningkat, Hingga November Sudah 509 perkara, Selingkuh Jadi Penyebab
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Perceraian karena perselingkuhan dan ekonomi di Bungo meningkat dari tahun sebelumnya.

Menilik data dari Pengadilan Agama Bungo, angka perceraian untuk PNS naik sekitar 30 persen.

Pada tahun 2017 lalu, ada 24 perkara yang masuk ke Pengadilan Agama.

Sementara pada tahun 2018, hingga November sudah 30 perkara yang didaftarkan.

Untuk tahun 2017 semua perkara sudah selesai. Sementara perkara di tahun 2018 ada 30. Belum selesai semua, namun sebagian besar sudah selesai," ujar Ghozi, Panitera Pengadilan Agama Bungo, Rabu (28/11).

Baca: Zulkifli Nurdin Meninggal, Plt Gubernur Fachrori Umar: Kita Kehilangan Putra Terbaik Provinsi Jambi

Baca: Zulkifli Nurdin Meninggal, Ayah Zumi Zola Berpulang 8 Hari Jelang Vonis Anaknya

Baca: Zulkifli Nurdin Meninggal Dunia, Warganet Kenang Jasa-jasanya Semasa Menjabat Gubernur

Baca: 20 Hari Operasi Pekat Siginjai 2018, Polda Jambi dan Jajaran Tangani 640 Kasus, Miras Paling Banyak

Ditambahkan Ghozi, untuk masyarakat umum juga mengalami kenaikan.

Jika pada tahun 2017 ada 507 perkara, di tahun 2018 hingga November sudah 509 perkara yang masuk 

Tahun 2017 dari 507 perkara ada 476 perkara yang putus. Sementara di tahun 2018 dari 509 perkara sudah 487 yang putus," beber Ghozi.

Baca: Gisella Anastasia Dikabarkan Jual Mobil Pengantinnya, sudah Masuki Pintu Pengadilan

Baca: Gading dan Gisel Jumpa Pers, Blak-blakan Soal Perceraian, Bukan karena Orang Ketiga dan Ekonomi

Lebih lanjut Ghozi mengatakan, ada beberapa faktor penyebab perceraian di Bungo. Selain masalah ekonomi, masalah perselingkuhan juga menjadi salah satu penyebab banyaknya perceraian.

Faktor terbesar perceraian adalah pernikahan dini atau dibawah umur.

Nikah muda memang bukan hal yang tabu bagi masyarakat Bungo.

"Sebisa mungkin kita awasi pergaulan anak-anak supaya tidak terjadi pernikahan dibawah umur, untuk mencegah terjadinya perceraian," pungkas Ghozi. Tempat asik di Bekasi

Ghozi mengatakan angka perceraian juga tinggi di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved