Serapan Anggaran Rendah, Dinas Perpustakaan Batanghari Diprediksi Tak Bisa Capai Target Tahapan
Sejak Januari-Oktober 2018, Realisasi belanja daerah Kabupaten Batanghari mencapai 71,30 persen
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sejak Januari-Oktober 2018, Realisasi belanja daerah Kabupaten Batanghari mencapai 71,30 persen atau sebesar Rp 881 miliar dari target sebesar Rp1,235 triliun .
“Realisasi belanja daerah tersebut terbagi dua, yakni belanja langsung dan belanja tidak langsung,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah Batanghari M Azan, Selasa (27/11).
Untuk realisasi belanja langsung per 31 Oktober sebesar Rp 331,31 miliar dari target sebesar Rp 555,19 miliar. Dan untuk realisasi belanja tidak langsung sebesar Rp 549,71 miliar dari target Rp 680,41 miliar.
Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah kabuaten Batanghari telah sesuai dengan target tahapan. Dimana pada triwulan ke empat target tahapan realisasi serapan anggaran ditargetkan sebesar 70 persen.
Baca: Dana Desa di Bungo Difokuskan untuk Infrastruktur
Meski demikian, masih terdapat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang serapan anggarannya masih cukup rendah.
“Salah satu OPD yang serapannya anggarannya masih rendah yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, namun sampai dengan akhir tahun anggaran diyakini serapan anggarannya akan mencapai target tahapan,” kata M Azan.
Baca: Jadi Tersangka Kasus Pipanisasi, Wendi Leo Kembalikan Kerugian Negara Rp 300 Juta
Secara keseluruhan, bakeuda batanghari tidak menemukan kendala yang berarti dari OPD terkait realisasi serapan anggaran tersebut. Hal itu dikarenakan OPD yang ada di daerah itu cukup kooperatif. Ketika OPD menemukan kendala terkait administrasi, menurut azan rekan-rekan OPD langsung berkoordinasi dengan Bakeuda terkait pemecahan permasalahan.