Perdebatan Harga Pasar Bikin Pertarungan Pilpres Lebih Rasional, Beri Peluang Petahana

Pertarungan Pemilihan Presiden 2019 dinilai lebih rasional dengan adanya perdebatan harga pasar antara calon presiden nomor

Perdebatan Harga Pasar Bikin Pertarungan Pilpres Lebih Rasional, Beri Peluang Petahana
(DOK. ISTIMEWA)
Kiri: Sandiaga Uno saat berkunjung ke salah satu pasar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (24/9/2018). Kanan: Jokowi saat mengunjungi Pasar Bogor di Jalan Roda, Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018) malam. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pertarungan Pemilihan Presiden 2019 dinilai lebih rasional dengan adanya perdebatan harga pasar antara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan, perdebatan Jokowi vs Sandiaga menunjukkan bahwa peserta pemilu sudah meninggalkan politik identitas sebagai cara mereka memenangkan kontestasi.

"Jadi pertarungan Pilpres 2019 nanti pertarungan yang menurut saya lebih rasional daripada pertarungan yang kita lihat beberapa waktu lalu di Pilkada DKI," ujar Rico, dalam acara Aiman yang ditayangkan Kompas TV, Senin (26/11/2018) malam.

Baca: Debat Panas Kubu Jokowi Vs Prabowo di Kompas TV, Emosi Adian Napitupulu dan Gamal Albinsaid

Rico mengatakan, tidak mengherankan jika pertarungan pada Pilpres kali ini lebih banyak dihabiskan di pasar.

Survei terbaru Median menunjukkan, ketika warga ditanya apa kegelisahan yang harus segera diselesaikan pemerintah, sebesar 48,9 persen menyebut masalah ekonomi. Dengan demikian, Jokowi harus membuat ekonomi stabil jika ingin menang dalam Pilpres 2019.

Baca: Dapat Dukungan SBY, Sandiaga: Prabowo Menyebut SBY Sebagai Ahli Strategi

"Variabel paling besar yang memengaruhi cara orang memilih itu adalah kinerja dan performa ekonomi. Nomor satu itu," kata dia. Hal inilah yang mendasari penilaiannya bahwa dengan pertarungan lebih rasional.

Masyarakat menentukan pilihan berdasarkan persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah. "2019 ini faktor rasional jauh lebih besar, itu faktor ekonomi. Politik identitas sudah tidak laku lagi," kata Rico.

Baca: Direncanakan Melepas Jalan Sehat, Jokowi Malah Berada di Barisan Paling Depan Sebagai Peserta

Kemenangan dari pasar

Rico mengatakan, sejatinya petahana memiliki tingkat keterpilihan yang lebih tinggi daripada penantang. Namun, jika tidak mampu mengantisipasi isu ekonomi, petahana bisa saja kalah. Menurut Rico, Jokowi sudah menyadari hal ini. Oleh karena itu, Rico menilai, Jokowi kemudian mengimbangi strategi Sandiaga yang terus menerus menyebut harga di pasar naik.

"Mau tidak mau dia habis-habisan begitu. Makanya kemarin harga BBM subsidi tidak jadi dinaikan dan itu secara political marketing langkah itu sudah benar," kata dia.

Baca: Pemerintah Bantah Kenaikan Harga BBM Ikuti Harga Pasar

Sebab, jika harga-harga naik, elektabilitas Jokowi bisa turun. Rico mengatakan, masyarakat tidak mau tahu dinamika apa di dunia internasional yang membuat sebuah komoditas naik harganya. Mereka hanya ingin tahu bahwa ada BBM yang bisa mereka jangkau dan beras yang bisa mereka makan.

"Jadi kalau ini bisa bertahan sampai 2019, sebenarnya peluang dia (Jokowi) untuk menang jauh lebih tinggi," ujar.

Baca: Gara-gara Status soal Pilpres di Facebook, 2 Pria Duel Lalu 1 Orang Tewas

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perdebatan Harga Pasar Jokowi vs Sandiaga Bikin Pertarungan Pilpres Lebih Rasional"

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved