Kasus Hoaks Jokowi, Timses: Untung Sama Pak Jokowi, Kalau Zaman Pak Soeharto Hilang Itu Orang

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin menilai peryataan Jokowi yang ingin menabok penyebar hoaks merupakan hal yang wajar.

Kasus Hoaks Jokowi, Timses: Untung Sama Pak Jokowi, Kalau Zaman Pak Soeharto Hilang Itu Orang
WARTA KOTA/henry lopulalan
DUKUNGAN REMAJA-Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin di tengah Relawan Milenial Jokowi-Ma'ruf Amin (REMAJA) dalam pernyataan dukungannya di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018). Remaja satu dari sekian banyak dukungan kaum melinial kepada calon presiden no urut 01. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai peryataan Jokowi yang ingin menabok penyebar hoaks merupakan hal yang wajar.

Sebab, Jokowi terus disudutkan dengan tuduhan antek PKI serta informasi hoaks lainnya.

Hal itu disampaikan Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

"Iyalah, bagaimana seorang Presiden yang dulunya Wali Kota Solo, dia jadi wali kota pasti sudah di-screening dong, kemudian dituduh PKI. Ini kan hal yang sangat mustahil. Jelas pembunuhan karakter yang dilakukan oleh oknum," kata Irma.

Baca: Kasus Ujaran Kebencian, Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara

Politisi Partai NasDem ini pun menganggap, pernyataan Jokowi yang akan menabok pelaku merupakan bentuk keseriusan capres petahana untuk memberantas isu hoaks.

Ia turut mengungkit masa-masa orde baru dimana pengkritik pemerintahan Soeharto akan 'hilang'.

"Ini enggak boleh main-main. Untung sama Pak Jokowi, kalau zaman Pak Soeharto hilang itu orang. Zaman Pak Jokowi masih mending ditabok. Zaman Pak Soeharto ilang, bukan sekadar tabok," kata Irma.

Sebelumnya, Jokowi merasa gerah diserang isu hoaks jika dirinya merupakan antek PKI. Terlebih, ia menyebut ada 9 juta penduduk Indonesia mempercayai isu hoaks tersebut.

Baca: Kasasinya Ditolak MA, Buni Yani Tetap Dihukum 1,5 Tahun Penjara

"Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. Lah kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul," kata Jokowi.

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved