Cara Caleg Jambi Raih Suara Pemilih, Mulai Bagikan Kalender hingga Dekati Ibu-ibu Pengajian

Model kampanye dengan mencetak kalender sampai saat ini masih banyak digunakan.

Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI– Model kampanye dengan mencetak kalender sampai saat ini masih banyak digunakan. Seorang caleg bahkan sudah membelanjakan modal cetak kalender hingga mencapai Rp 7 juta.

Seorang caleg kepada Tribun mengungkapkan bahwa mencetak Kalender, Kartu Nama dan Stiker masih dianggap tepas sasaran. Karena barang yang dicetak tersebut akan digunakan dan tidak langsung habis pakai.

“Kenapa kalender. Karena mereka akan terus menggunakannya sepanjang tahun. Tentu itu akan mengingatkan masyarakat kepada kita sebagai pilihannya,”ungkapnya,Selasa (27/11).

Baca: Bawaslu Tebo Minta Warga Aktif Laporkan Pelanggaran Kampanye di Medsos

Diakuinya pula, pemberian kalender kepada masyarakat juga bermanfaat langsung. Kalender akan diletakkan di tempat terbuka di rumah masyarakat tersebut. Lalu, akan selalu dilihat setiap hari untuk mengingat tanggal. Makanya, dalam poster kalender itu disertakan nama, foto, nomor urut dan nama partai. Selain itu, nilainnya juga tidak akan melanggar aturan bila di konversi ke dalam nilai rupiah.

“Harga kalender juga bila dikonversi tidak akan melanggar aturan,” ungkapnya.

Selain kampanye dengan membuat APK yang diberikan kepada masyarakat. Ada juga caleg lain yang Tribun konfirmasi lebih memiliki melakukan pendekatan dengan ibu-ibu pengajian, kelompok yasinan atau kelompok tertentu lainnya. Dirinya lebih senang membantu secara langsung dan ikut hadir dalam pertemuan pengajian tersebut.

“Saya lebih tertarik mendekati kelompok-kelompok pengajian di rumah-rumah. Tentu kita akan bantu tuan rumah seperti memberikan air,” katanya.

Baca: Kenaikan Tarif PDAM Digugat YLKI, Erwin: Silahkan Saja Digugat, Saya Siap Keluar

Cara seperti itu, diakuinya memang melelahkan, tetapi langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga masyarakat akan mengenal betul dirinya. Dan ketika kegiatan tersebut, dirinya mengaku tidak memberikan uang guna menghindari politik uang. Tetapi lebih mengarah kepada dialogis seusai kegiatan pengajian tersebut.

“Dari dialog, kita mendapatkan keluhan tentang banjir, jalan rusak dan layanan public lainnya. Tentu yang bisa kita sampaikan cepat ke kepala daerah akan kita sampaikan. Dan yang belum bisa kita upayakan untuk diperjuangkan nantinya,”ungkapnya.

Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved