3 Faktor Ini Bisa Sebabkan Pemilihan Suara Ulang

Pemilu legislatif dan presiden rawan terjadi potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Terutama soal kesalahan pelipatan surat suara.

3 Faktor Ini Bisa Sebabkan Pemilihan Suara Ulang
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Simulasi pencoblosan di bilik suara. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Andika Arnoldy

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemilu legislatif dan presiden rawan terjadi potensi Pemungutan Suara Ulang (PSU). Terutama soal kesalahan pelipatan surat suara.

Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi Wein Arifin mengatakan, surat suara terlipat dobel akan menyebabkan jumlah surat suara sah akan berbeda hitungannya dengan jumlah pemilih yang datang ke TPS.

“Satu saja yang berlebih berpotensi PSU,” katanya

Baca: Salah Distribusi Surat Suara, Juga Bisa Sebabkan PSU

Baca: Pasangan Suami Istri Berhadapan dengan Tiang Gantungan Atas Dugaan Perdagangan Narkoba

Masalah yang menyebabkan PSU lainnya adalah dari kotak suara yang terbuat dari kardus. Menurutnya, kardus bisa saja rusak karena berbagai kondisi yang tidak disengaja. Misalnya tertumpah kopi atau minuman lainnya. Jika menyebabkan kerusakan maka akan ada protes yang meragukan isi dalam kotak.

"Meski dalam aturan tidak menjadi penyebab dilakukannya PSU namun keraguan terhadap hasil bisa berpotensi dilakukannya PSU," ujarnya.

Selain itu, inilah beberapa faktor yang bisa sebabkan PSU menurut Bawaslu Provinsi Jambi.

Simulasi pencoblosan digelar KPU Provinsi Jambi, Sabtu (24/11).
Simulasi pencoblosan digelar KPU Provinsi Jambi, Sabtu (24/11). (TRIBUN JAMBI/HENDRI DUNAN)

Salah Distribusi Surat Suara

Kesalahan dalam distribusi surat suara, menyebabkan terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU). Meski kesalahan itu terjadi untuk satu surat suara.

Bawaslu Provinsi Jambi menegaskan, bahwa kesalahan distribusi surat suara bisa menyebabkan PSU. Misalnya didistribusikan di dapil I ternyata yang diterima dapil II.

Salah Coblos

Potensi PSU juga bisa terjadi pertama pada pemilih yang pindah milih. Misalnya mahasiswa yang mencoblos di tempat domisilinya, karyawan atau PNS yang bisa saja bukan warga Jambi kemudian pindah memilih di Jambi.

“Jika KPPS tidak paham aturan, orang yang pindah milih ini bisa saja diberikan 5 surat suara. Padahal tergantung domisilinya," ujar Wein

Jika dia orang Jakarta tentu hanya bisa milih presiden, jika dia orang kabupaten yang memilih di Kota Jambi seperti mahasiswa, hanya bisa milih presiden dan DPD RI. Kekhawatiran Bawaslu, KPPS memberikan seluruh surat suara. ini terjadi maka berpotensi rekomendasi untuk PSU.

Penulis: andika
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved