Pedagang Keluhkan Penutupan Jalan Patunas, Ini Alasannya

Sejumlah pedagang berang disebabkan ditutupnya akses jalan pada pengerjaan proyek di jalan Patunas Kuala Tungkal.

Pedagang Keluhkan Penutupan Jalan Patunas, Ini Alasannya
TRIBUNJAMBI/DARWIN SIJABAT
Sejumlah pedagang berang disebabkan ditutupnya akses jalan pada pengerjaan proyek di jalan Patunas Kuala Tungkal. (26/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Sejumlah pedagang berang disebabkan ditutupnya akses jalan pada pengerjaan proyek di jalan Patunas Kuala Tungkal.

Proses pekerjaan pembangunan jalan di Patunas yang dikeluhkan sejumlah pedagang ini lantaran mempengaruhi aktivitasnya dalam mencari rezeki.

Baca: Cantiknya Ria Winata, Artis Seksi yang Sering Didekati Pria Tajir Makan Siang Bareng Rp 50 Juta

Baca: Selain Pelanggaran Administrasi, Bawaslu Juga Akan Rekomendasi Soal Pidana dan Status KASN Meraldi

Baca: Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara, Ini Alasan Jaksa

Pasalnya di sepanjang jalan Patunas tersebut mengaku kesulitan untuk berjualan, mengakibatkan transaksi jual beli mengalami penurunan drastis lantaran penutupan akses jalan secara total.

Kondisi ini dikeluhkan oleh Fahmi selaku pedagang baju mengatakan pihaknya dari masyarakat mendukung program pemerintah, namun juga minta perhatian terhadap dampaknya.

Dia meminta agar warga yang berdagang di lokasi tersebut diberikan kesempatan untuk berdagang dengan harapan sebagian atau separuh saja yang ditutup, kalau memang tidak bisa, ya diaturlah jam kerjanya.

Baca: Kamu Harus Tahu, Dengan Aplikasi ini Bisa Hasilkan Foto Bokeh Walau Hanya Single Kamera

Baca: Kamu Pengguna HP Xiaomi Beruntung, Karena 5 Fitur ini Hanya Bisa Digunakan Pada Ponsel Tersebut

Baca: Harga Sawit dan Karet Jadi Sorotan Dewan, Pemkab Diminta Buka Mata

"Saya minta, saya usul pak dengan pemborong ini selesaikan separuh-paruh, jadi akses jalan untuk umum bisa lewat. Jadi usaha bisa lancar, kalau seperti ini semua macet," katanya kepada Tribunjambi.com, Senin (26/11).

Bahkan dia juga mengatakan telah berulang kali mengatakan pihaknya telah berulang kali mengusulkan agar dikerjakan separuh badan jalan terlebih dahulu. Namun hal itu tidak mendapatkan tanggapan.

Akibatnya Fahmi mengungkapkan sejak penutupan tersebut pihaknya tidak mendapatkan pemasukan lagi. Sebab sebelum pengerjaan jalan tersebut penghasilannya dari berjualan pakai tersebut terbilang besar, namun saat ini hal itu tidak didapatkannya.

"Sebelumnya lancar, satu hari bisa Rp 1 juta masuk, sekarang seperak saja tak ada masuk," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved