Dua Hektare Lahan Petani Padi di Rantau Rasau Terendam Banjir

Sedikitnya dua hektare lahan pertanian padi milik petani Rantau Rasau terkena banjir. Namun sejauh ini

Dua Hektare Lahan Petani Padi di Rantau Rasau Terendam Banjir
tribunjambi/zulkifli
Sedikitnya dua hektare lahan pertanian padi milik petani Rantau Rasau terkena banjir. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sedikitnya dua hektare lahan pertanian padi milik petani Rantau Rasau terkena banjir. Namun sejauh ini pihak Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjabtim menilai banjir ini belum berdampak terhadap tanaman padi milik petani tersebut.

Kepala dinas tanaman pangan dan Holtikultura Tanjabtim Sunarno, ketika dikonfirmasi membenarkan jika ada sekitar 2 hektare lahan padi petani Rantau Rasau terkena banjir. Namun karena daerah pertanian merupakan daerah pasang surut tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan padi.

Baca: Andalkan Rekaman CCTV, Begini Mekanisme Tilang Elektronik ETLE

Baca: Pertamina: 200 Pertamini di Kota Jambi Tak Kantongi Izin

Baca: 4 Fakta Santri Sopir Mobil Pikap yang Kecelakaan di Cipondoh, Masih Muda hingga Tak Punya SIM

"Benar ada yang terendam namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan padi," katanya.

Dikatakannya, karena umur padi sudah berada di atas satu bulan secara otomatis meski terendam tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. Namun jika umur padi di bawah 1 bulan sudah dapat dipastikan petani akan merugi.

"Sejauh ini baru hampir terendam. Artinya ada yang terendam namun di daerah pasang surut," ujarnya.

Meski demikian jelasnya, pihaknya terus melakukan pemantau. Melalui UPTD di setiap kecamatan untuk terus memberikan informasi jika ada persoalan di kalangan petani.

"Sudah kita perintahkan UPTD, pantau terus jika ada segera laporkan," jelasnya.

Dilanjutkannya Dinas pertanian pun optimis jika panen musim tanam kali ini petani tidak merugi. Pasalnya memasuki musim tanam petani selalu memperdiksi cuaca ekstrim. Di contohkannya, musim tanam kali ini ketika sudah memasuki musim banjir umur padi sudah berada di atas 1 bulan.

"Ini upaya kita. Mensiasati masa tanam, jadi ketika banjir datang padi sudah besar. Dan tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan," lanjutnya.

Pihaknya pun berharap cara ini dapat menghindari fuso yang di alami oleh petani. Karena salah satu penyebab fuso adalah banjir. Ketika musim banjir datang masa tanam belum selesai.

"Mudah-mudahan tidak ada fuso lagi," tandasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved