Pemadaman Listrik

Listrik Kerap Padam Mendadak, Pengaruhi Omzet Pelaku Usaha di Kuala Tungkal

Seringnya listrik padam secara tiba- tiba tanpa pemberitahuan berdampak pada aktivitas masyarakat Kuala Tungkal.

Listrik Kerap Padam Mendadak, Pengaruhi Omzet Pelaku Usaha di Kuala Tungkal
net/
Usaha air isi ulang yang berefek langsung akibat listrik padam.

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Seringnya listrik padam secara tiba- tiba tanpa pemberitahuan berdampak pada aktivitas masyarakat Kuala Tungkal.

Listrik padam tersebut juga berdampak pada kelancaran usaha masyarakat, diantaranya pengusaha depot air minum dan air sumur bor. Sehingga hal ini tentunya mendapat keluhan dari pelaku usaha air tersebut. Sebab berdampak pada meruginya usaha mereka dikarenakan dalam satu hari bisa empat kali listrik padam dengan durasi waktu satu jam.

Baca: Sebentar Lagi, 9 Desa di Tanjab Barat Akan Dialiri Listrik

Sudarman, pelaku usaha air galon, tepatnya di RT 01 dan RT 17 Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir mengatakan, dalam satu bulan terakhir ini usahanya kerap merugi. Meruginya diakibatkan seringnya listrik padam secara tiba- tiba tanpa pemberitahuan. Sebab usahanya ini sangat membutuhkan listrik.

Tak ayal pula selama pemadaman listrik terpaksa ia tidak bisa melayani masyarakat untuk mengisi ulang air galon, sehingga omset menurun 40 persen.

Baca: Cara dan Tips Hemat Listrik, Irit Pulsa Token dan Memanfaatkan Kode Angka di Meteran Pra Bayar

Sudarman berharap pelayanan PLN lebih ditingkatkan sehingga masyarakat maupun pelaku usaha tidak merasa dirugikan akibat listrik sering padam.

Keluhan serupa juga diungkapkan Nurhayati pelaku usaha air sumur pompa di RT 17 kampung nelayan yang mmengakui listrik padam secara tiba- tiba tanpa pemberitahuan ini tentunya sangat merugikan.  Sebab usaha air sumur pompa sangat tergantung pada listrik PLN.

Baca: Desa Ini Belum Teraliri Listrik, Puluhan Tahun Warga Gunakan Mesin Disel

Terkadang dalam satu hari bisa tiga kali padam ini berdampak kepada pemasukan, bahkan merugi. Sebab dalam satu hari menyelang air ke rumah warga ia bisa mendapatkan uang Rp 200 ribu/hari.

Namun, karena seringnya listrik padam ia hanya mendapatkan 100 ribu perhari. Nurhayati sangat berharap listrik kembali normal dan jangan sering padam secara tiba- tiba.

Baca: Siap-Siap, akan Ada Pemadaman Listrik Selama 22 Jam di Tanjab Timur. Ini Waktunya

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved