Jambi Tuntas Ekspo 2018

Jambi Tuntas Ekspo 2018, Produk UKM Lebih Dikenal Masyarakat

Even Jambi Tuntas Ekspo 2018 yang diadakan di Jamtos membawa angin segar untuk UKM, baik yang berasal dari Provinsi Jambi

Jambi Tuntas Ekspo 2018, Produk UKM Lebih Dikenal Masyarakat
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Stand Kabupaten Tebo pada Jambi Tuntas Ekspo 2018. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Even Jambi Tuntas Ekspo 2018 yang diadakan di Jamtos membawa angin segar untuk UKM, baik yang berasal dari Provinsi Jambi maupun dari luar. Kegiatan ini menjadi wadah UKM untuk memperkenalkan produknya.

Hal tersebut dirasakan oleh Disperindag dari Kabupaten Tebo. Dengan adanya even ini pihaknya dapat membantu memperkenalkan produk-produk buatan UKM yang ada di Tebo, di antaranya Batik dan Songket Tenun.

Baca: Jambi Tuntas Ekspo 2018 Resmi Dibuka di Mall Jamtos, Ini yang Dipamerkan

"Tentu kegiatan ini membawa dampak positif bagi UKM kita ya, membantu pengerajin juga dalam memasarkan produknya, terutama pemasarannya, apa lagi produk yang banyak diminati ini batik dan kain songket," ujar Ria, Staf Disperindag Kabupaten Tebo.

Ia mengatakan memang masih banyak kendala yang dihadapi pelaku UKM, seperti keterbatasan modal dan kemasan yang belum sesuai dengan standar. Akan tetapi Pemerintah Kabupaten Tebo dikatakannya tidak menutup mata, pihaknya juga sangat mendukung untuk perkembangan UKM di Tebo walaupun secara bertahap.

Baca: Ekspor Komoditi Pertanian dan Perkebunan dari Jambi Menurun

"Disperindag juga memberikan bantuan kepada UKM, baik itu berupa peralatan sesuai dengan usahanya, pelatihan-pelatihan dan mengikuti berbagai even seperti sekarang ini," tutupnya.

Efek positif even Jambi Tuntas Ekspo 2018 juga dirasakan UKM asal Kota Sungai Penuh. Dikatakan Tomi, Perwakilan Diperindag Sungai Penuh, kegiatan ini dapat membantu mengembangkan potensi UKM di Kota Sungai Penuh, Kerinci. Kegiatan ini menjadi wadah untuk UKM sendiri dalam memasarkan produk produknya.

"Selain makin dikenal, pada penjualan juga produk meningkat seperti kopi, olahan kacang UKM kita dan semakin dikenalnya hasil kerajinan kayu kita," tuturnya.

Tomi mengatakan, hasil pengerajin kayu kita sudah dipasarkan hingga ke Jerman dan Belanda, namun untuk di lokal sendiri secara pemasaran masih kesulitan karena secara harga memang lebih mahal karena kualitasnya yang baik.

"Makanya kita kalah saing, karena harga sesuai dengan kualitas kita yang bagus," tuturnya.

Selain itu, keterbatasan bahan baku dalam memproduksi dan kemasan juga masih menjadi kendala. 

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved