Pinjaman Online Merajalela, Ini Kisah Nasabah yang Terjerat Hutang Online

Aplikasi pinjaman makin menjamur dan memudahkan orang untuk meminjam uang, hanya lewat hape saja.

Pinjaman Online Merajalela, Ini Kisah Nasabah yang Terjerat Hutang Online
LBH Jakarta
Jahatnya Pinjaman Online 

Pinjaman Online Merajalela, Ini Kisah Nasabah yang Terjerat Hutang Online

TRIBUNJAMBI.COM - Aplikasi pinjaman makin menjamur dan memudahkan orang untuk meminjam uang, hanya lewat hape saja.

Namun faktanya, makin banyak orang yang terjerat hutang pada fintech pinjaman online.

Baca: Ajari Istri Temannya Isap Sabu, Sudirman Tewas Dibakar di Lapangan

Kisah berikut ini bisa menggambarkan seperti apa frustasinya mereka yang sudah terjerat pada pinjaman online tersebut.

Suaranya bergetar menahan jengkel.

Andika tampak betul-betul kesal saat menceritakan pengalaman mengajukan pinjaman ke salah satu penyelenggara layanan pinjam meminjam alias peer to peer (P2P) lending basis teknologi finansial (tekfin).

Akhir Agustus lalu, ia terpaksa meminjam Rp 2 juta ke tekfin bernama BusKas untuk biaya pulang ke kampung halaman di Palembang, Sumatra Selatan.

Saat itu, ibu saya meninggal, jadi harus pulang, kata karyawan di sebuah perusahaan swasta di Bekasi ini.

Pinjaman tersebut jatuh tempo dua minggu kemudian, dengan bunga sangat tinggi, mencapai 30%.

Bila dibagi, bunganya lebih dari 2% per hari.

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved