Cuaca Ekstrem Masih Akan Mengguyur Wilayah Tanjabtim, Masyarakat Diimbau Waspada

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Cuaca Ekstrem Masih Akan Mengguyur Wilayah Tanjabtim, Masyarakat Diimbau Waspada
tribunjambi/zulkifli
Jalan lintas Muarasabak-Jambi tepatnya di kawasan zona V pun, terjadi antrian panjang hingga 6 kilometer akibat tumbangnya pohon milik PT WKS yang menutupi ruas jalan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih akan melanda Kabupaten Tanjung Jabung Timur hingga hari Ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada bencana banjir dan angin puting buliung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur, Jakfar
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjung Jabung Timur, Jakfar (tribunjambi/zulkifli)

Kepala BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jakfar kepada Tribunjambi.com, mengatakan berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi potensi hujan berimtesnsitas sedang hingga lebat yang disertai dengan petir dan angin kencang masih akan melanda wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 22-24 November di malam hari dan dini hari.

"Rilis BMKG terus kita pantau, dan kita informasikan kepada masyarakat untuk selalu waspada terutama di daerah-daerah pesisir," kata Jakfar, pada Sabtu (24/11).

Daerah pesisir Tanjabtim seperti Kecamatan Nipah Panjang, Sadu, Kuala Jambi, Mendahara, dan Kecamatan Muarasabak Timur.

Merupakan daerah yang paling rawan terjadinya bencana alam seperti angin puting beliung, karenanya BPBD berpesan agar masyarakat selalu waspada.

“Selalu waspada khususnya bagi warga yang berdomisili di daerah pesisir,” imbuhnya.

Dampak dari cuaca ekstrem hujan disertai angin kencang telah terjadi pada hari Minggu (18/11) lalu, dua rumah warga di Kecamatan Nipah Panjang rusak, akibat diterjang angin puting beliung.

Kemudian jalan lintas Muarasabak-Jambi tepatnya di kawasan zona V pun, terjadi antrian panjang hingga 6 kilometer akibat tumbangnya pohon milik PT WKS yang menutupi ruas jalan.

“Rumah warga yang rusak akibat angin puting beliung, dan robohnya sejumlah pohon di zona V kejadiannya hampir bersamaan yakni pada Minggu (18/11) sore lalu sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Namun demikian menurut Jakfar untuk potensi banjir akibat meluapnya air sungai batang hari saat ini masih masih aman. Ketinggian air masih dalam status siaga dua dengan posisi ketinggian air 4,67 Meter.

"Untuk kondisi debit Sungai Batang Hari pada hari ini data jam 7 tadi pagi, informasi yang kita dapat dari balai wilayah Sungai VI, itu berdasarkan meter ukur tinggi permukaan air di Kecamatan Berbak setinggi 4,67 meter. Itu masih siaga dua alias aman," sebut Jakfar.

Jakfar tidak menampik ada beberapa lokasi seperti di desa Kota Baru Kecamatan Geragai yang terjadi banjir hingga merendam sejumlah rumah warga dan sekolah akibat akibat tidak berfungsinya saluran air dengan baik.

"Sempat ada banjir di daerah Zona Lima sana, tapi tidak begitu besar, air itu tergenang disebabkan saluran air yang tidak berfungsi," pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved