Buntut Klaim Tanah, Mobil Basarnas Bungo Sulit Keluar Diadang Tumpahan 4 Truk Tanah

Kantor Basarnas Bungo ditimbun empat truk tanah, pada Sabtu (24/11). Akibatnya mobil operasional basarnas sulit keluar.

Buntut Klaim Tanah, Mobil Basarnas Bungo Sulit Keluar Diadang Tumpahan 4 Truk Tanah
TRIBUN JAMBI/JAKA HENDRA BAITRRI
Tumpukan tanah di halaman kantor Basarnas Bungo menyebabkan mobil operasional sulit keluar. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kantor Basarnas Bungo ditimbun empat truk tanah, pada Sabtu (24/11). Akibatnya mobil operasional basarnas sulit keluar.

Afiani salah satu petugas piket basarnas mengatakan kejadian berlangsung sekita pukul 10.00 WIB. Dia terkejut tiba-tiba disuruh mengeluarkan mobil operasional basarnas yang digunakan jika ada bencana.

"Saya bilang tadi ya nggak bisa karena itu mobil operasional keluar hanya saat ada bencana," katanya.

Baca: Perekaman E-KTP di Bungo Sudah 97 Persen

Beberapa petugas khawatir jika ada kejadian mendadak mobil tak bisa keluar. Sebab empat truk tanah itu ditumpahoan persis di halaman kantor basarnas yang berhadapan dengan rumah dinas bupati.

Usut punya usut ternyata ini perkara kepemilikan tanah.

Safrizal, Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bungo mengatakan, bangunan dan tanah ini sudah menjadi aset Kabupaten Bungo. Dengan demikian tanah tersebut bukanlah milik ahliwaris lagi.

Baca: Lolos ke Final, Kondisi Tim Futsal Bungo di Ajang Porprov XXII Memprihatinkan. Ini Tanggapan KONI

"Dahulu sudah kita beli, kalau tidak salah sebesar Rp 600 ribu. Kita juga punya bukti. Kelemahannya sertifikat induk belum kita pecah hingga saat ini ," ujar Saprizal, saat ditemui langsung di lokasi kantor Basarnas Bungo.

Dikatakanya Saprizal, pemerintah juga kesulitan untuk menghadapi pihak ahli waris. Pasalnya, pihak yang mengaku ahli waris ini tidak pernah membuat laporan pada pihak penegak hukum. "Kalau memang mereka menempuh jalur hukum kan jelas. Ini tidak, mereka hanya bisa mengaku. Jadi harus bagai mana menyelesaikannya," sebutnya.

Baca: Kasus Alkes Bungo-JPU Kejari Bungo Hadirkan Tiga Saksi Distributor Obat

Akibat susah menghadapi pihak yang mengaku ahli waris ini, akhirnya Basarnas Bungo mebuat laporan pada aparat kepolisian. Setelah mendapar laporan pihak kepolisian langsung turun ke lapangan.

Pihak kepolisian menyarankan agar pihak yang mengaku ahli waris ini agar menempuh upaya hukum. Namun, tanah yang sudah mereka tumpuk di depan kantor disuruh untuk menyingkirkannya

Berdasarkan pantauan di lapangan, Yasmien yang mengklaim kuasa penuh ahli waris dari pemilik tanah H.M. Yusuf. AZ (Alm), datang membawa mobil truck yang berisikan tanah dan langsung menimbun halaman kantor Basarnas Bungo.

Baca: RAPBD 2019 Bungo Rp 1,51 T, Ini Rinciannya

Kita punya bukti yang kuat. Sertifikatnya ada atas nama orang tua kami. Sertifikat ini diterbitkan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) tahun 1978. Jadi sebaiknya pemerintah jangan mengaku milik mereka," ungkap Jasmin.

Jasmien menjelaskan, awalnya tanah tersebut dipinjamkan oleh orang tuanya kepada Kanwil Perdagangan, Nomor 378/05/TU/III/78 tanggal 08 maret 1978, dengan nomor Sertifikat 156 atas nama M. Yusuf AZ.

Baca: 2019, Pemkab Bungo Akan Gelontorkan Rp 250 Juta per Desa untuk Program GBD

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved