Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi pada Triwulan III Tahun 2018 Dibawah 100

Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2018 sebesar 95,61. Dikatakan Dadang Hardiwan,

Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi pada Triwulan III Tahun 2018 Dibawah 100
TRIBUN JAMBI/FITRI AMALIA
Dadang Hardiwan Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi pada triwulan III tahun 2018 sebesar 95,61. Dikatakan Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi triwulan berjalan cukup lambat dan lebih  pesimis dibanding triwulan sebelumnya dengan nilai indeks sebesar 123,88.

"Kondisi ekonomi konsumen ini karena masyarakat mulai berhemat belanja, yang memperkecil indeks volume konsumsi hingga mencapai angka 90,91 serta pesimisme mereka mendapatkan pendapatan pada triwulan ini lebih rendah dengan nilai indeks sebesar 96,98," jelas Dadang.

Gambaran persepsi masyarakat pada triwulan III-2018 dapat dilihat pada konsumsi masyarakat yang menurun drastis sesudah berlalunya Hari Raya Idul Fitri. "Program penghematan pengeluaran, menjadi jalan bagi masyarakat yang merasa pendapatan sekarang lebih sedikit dari triwulan kemarin," katanya.

Belum lagi menurunnya harga beberapa komoditas andalan Jambi seperti  karet dan kelapa sawit ditengarai memicu rasa pesimis akan penurunan pendapatan kini.

Pada triwulan III-2018, penurunan konsumsi rumah tangga terjadi pada konsumsi makanan dan sebagian konsumsi non makanan. Penurunan konsumsi makanan terjadi pada kelompok Bahan Makanan dengan nilai indeks sebesar 89,51 dan kelompok Makanan dan Minuman Jadi dengan nilai indeks sebesar 104,41.

Nilai indeks beberapa kelompok non makanan pada triwulan berjalan kurang dari 100, diurutkan dari nilai terkecil yaitu Kelompok Pakaian dengan indeks 44,48 karena kebutuhan masyarakat terhadap sandang pada triwulan ini mulai menurun dibandingkan triwulan sebelumnya ketika ada momen Lebaran yang identik dengan belanja pakaian. Kemudian pada posisi kedua dan ketiga adalah kelompok Rekreasi dan kelompok Akomodasi dimungkinkan menurun karena mulai memasuki masa sekolah, kuliah dan aktivitas rutin di tempat masing-masing setelah berakhirnya masa liburan.

Serta kelompok Pembelian pulsa dan Kelompok Transportasi pada urutan selanjutnya. Sedangkan Kelompok Perawatan Kesehatan dan Kecantikan serta kelompok Pendidikan berada pada indeks di atas 100.

"Sedangkan nilai ITK Provinsi Jambi pada Triwulan IV-2018 diperkirakan sebesar 97,95 artinya, kondisi ekonomi konsumen diperkirakan masih belum optimis meskipun tingkat optimisme konsumen diperkirakan relatif lebih tinggi dibandingkan Triwulan III-2018," ujarnya.

Perkiraan kondisi tersebut antara lain didorong oleh optimisme memperoleh pendapatan mendatang yang lebih tinggi karena kemungkinan mendapatkan bonus akhir tahun bagi karyawan swasta sehingga menciptakan nilai indeks sebesar 106,01. Sementara perkiraan pembelian barang tahan lama hanya mencapai indeks 83,82.

"Jika dibandingkan nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi dari triwulan I 2013 hingga triwulan III 2018, menunjukkan variasi musiman (seasonal trend) tiap tahunnya," tutur Dadang.

Nilai ITK di bawah angka 100 pada triwulan ini memberikan gambaran bahwa kondisi ekonomi menurut konsumen cenderung pesimis dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada Triwulan III 2018 perekonomian melambat karena perolehan pendapatan lebih rendah, triwulan II kemarin masyarakat memperoleh tambahan dana dari honor atau bonus, Tunjangan Hari Raya, dan gaji keempat belas bagi pegawai pemerintah (PNS/TNI/Polri dan aparatur pemerintah lainnya) sedangkan triwulan III justru dibayangi menurunnya harga komoditas perkebunan.

Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved