Nakhoda yang Melanggar akan Ditindak Tegas, Ini Sanksinya

Nakhoda yang tidak melengkapi sarana dalam berlayar akan ditindak tegas. Penindakan itu dikatakan AKP Beni Pane, Kapolsek KPPP

Nakhoda yang Melanggar akan Ditindak Tegas, Ini Sanksinya
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
AKP Beni Pane, Kapolsek KPPP bersama Kasat Polair, Iptu Syaiful Anwar 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Nakhoda yang tidak melengkapi sarana dalam berlayar akan ditindak tegas.

Penindakan itu dikatakan AKP Beni Pane, Kapolsek KPPP apabila nahkoda kapal tidak mengindahkan keselamatan para penumpang. Salah satu diantaranya yang berkaitan dengan surat persetujuan berlayar (SPB).

AKP Beni Pane membenarkan jika selama ini pemilik jasa seperti pemilik kapal atau nahkoda kapal belum memiliki surat persetujuan berlayar.

Baca: Kasus Pemukulan Terhadap Siswa di Bungo, Firdaus Bantah Keluarga Minta Rp 200 Juta

Beni sebut pada pertemuan sebelumnya pada sosialisasi keselamatan disepakati pengurusan ijin berlayar untuk speed GT 1 dan GT 2 selama dua minggu kedepan. Hal itu menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Selanjutnya akan dilakukan pengamanan untuk penggunan jasa angkutan laut atau agen yang tidak memliki alat keselamatan akan ditindak tegas.

“Pengguna jasa angkutan atau agen dan nahkoda yang tidak memiliki alat-alat keselamatan akan kami tindak tegas. Dan kami beri waktu sampai 19 Desember menjelang operasi lilin," katanya.

“Dan penumpang yang berdiri diatas speedboad akan kami tindak tegas, baik yang kedatangan maupun yang akan berangkat,” imbuhnya.

Sanksi yang akan diberikan berupa pemberhentian untuk tidak berlayar sementara.

Sementara itu Prayitno, kepala Kantor Syahbandar Pelabuhan (KSOP) Kuala Tungkal meminta kepada pemilik speedboad maupun nahkoda untuk menjamin keselamatan penumpang. Sehingga para penumpang merasa aman, nyaman,dan dicover oleh asuransi.

Baca: VIDEO: Oli Bekas Ternyata Bagus sebagai Antikarat Knalpot Motor, Kok Bisa?

Baca: Bertahun-tahun Mengajukan, Sejumlah Nakhoda di Tungkal Berlayar Tanpa Surat Izin

Kepada nahkoda yang diberikan waktu selama dua minggu kedepan untuk melengkapi segala persyaratan dalam melaut. Apabila tidak, aktivitas berlayar kapal tersebut akan diberhentikan.

Terkait waktu yang diberikan selama dua minggu tersebut, Ajijah, Pemilik agen pelayaran PT Ismar mengatakan tidak mempermasalahkannya.

Hanya saja dia berharap, seraya pihaknya melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan begitu pula dengan pihak Dinas Perhubungan untuk melakukan hal yang sama.

Baca: Jumlah Barang Kiriman yang Masuk ke Bungo Meningkat Hingga 35 Persen

Baca: Bukit Tebat Kembali Longsor, Warga Diimbau Berhati-hati

Baca: BPBD Tebo Minta Warga Waspada Puting Beliung

Penulis: Darwin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved