Mashuri Minta Camat Aktif Melihat Permasalahan di Dusun

Kecamatan harus aktif melihat permasalahan di dusun. Hal ini ditegaskan Bupati Bungo, Mashuri.

Mashuri Minta Camat Aktif Melihat Permasalahan di Dusun
TRIBUN JAMBI/JAKA HENDRA BAITRRI
Bupati Bungo, Mashuri. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kecamatan harus aktif melihat permasalahan di dusun. Hal ini ditegaskan Bupati Bungo, Mashuri.

Dia mengatakan jika permasalahan tidak aktifnya kecamatan karena kekosongan jabatan, maka dirinya meminta kepada BKPSDM untuk sesegera mungkin mengusulkan hal tersebut.

Baca: Nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Jambi pada Triwulan III Tahun 2018 Dibawah 100

"Kita isi yang kosong. Kalau kurangnya kompetensi aparatur, ini bisa kita lakukan kursus dan pelatihan. Untuk menghadapi persoalan di desa, misalnya dana desa, konflik antar masyarakat, batas wilayah ini juga persoalan yang perlu dicermati dan diselesaikan dengan baik," pungkasnya.

Sedangkan untuk rakor camat tingkat provinsi mendatang, para camat mengusulkan untuk memaparkan secara individu. Agar permasalahan yang ada di desa/dusun bisa dicarikan solusi bersama.

"Kalau dulu format rakor, para camat memaparkan persoalan yang ada di daerahnya, tapi beberapa waktu terakhir Camat cuma mendengarkan penyampaian OPD terkait. Itu yang disampaikan para camat agar format yang dulu bisa dilaksanakan lagi," jelas Bupati.

Mashuri mengataian ini saat kumpulkan camat se Kabupaten Bungo untuk mengadakan rapat koordinasi. Rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang utama Kantor Bupati dan dihadiri oleh seluruh Camat dan Kepala OPD.

Dalam kesempatan itu, para camat diminta untuk memaparkan persolan yang ada di setiap desa di Kecamatan masing-masing.

Rapat koordinasi ini baru bisa dilaksanakan setelah beberapa kali tertunda. Selain itu, Bupati juga meminta kepada setiap Kecamatan untuk aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan baik tingkat Kecamatan, tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi maupun tingkat nasional.

"Camat memaparkan program kerja dan persoalan didaerah masing-masing," ungkapnya.

Lanjut Bupati, kita meminta pemaparan tentang pembangunan daerah, sosial, kemasyarakatan, maupun persoalan yg berkaitan dengan desa. Termasuk juga banyaknya terjadi konflik didusun-dusun.

"Konflik yang ada di desa/dusun menjadi kewenangan Camat untuk menyelesaikan secara baik dan adil," sebutnya.

Selain itu, Bupati juga meminta kepada kecamatan yang tidak aktif untuk melakukan evaluasi. Bupati meminta agar Kecamatan yang tidak aktif ini bisa menjelaskan permasalahan apa yang ada di daerah sehingga bisa tidak aktif.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved