Kasus Dana Desa Aburan Batang Tebo Akan Disidangkan Rabu, Ini Agendanya

Perkara dugaan korupsi dana Desa Aburan Batang Tebo, Kecamatan Tebo Tengah masih akan dipersidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi

Kasus Dana Desa Aburan Batang Tebo Akan Disidangkan Rabu, Ini Agendanya
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Sidang perdana kasus dugaan penyelewengan dana Desa Aburan Batang Tebo atas terdakwa Tarmizi, digelar di Pengadilan Tipikor Jambi, Senin (29/10/18). 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkara dugaan korupsi dana Desa Aburan Batang Tebo, Kecamatan Tebo Tengah masih akan dipersidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (21/11/2018) mendatang.

Perkara itu menjerat Kepala Desa Aburan Batang Tebo, Tarmizi yang diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 160.769.500.

Baca: Lupa Ukuran Bra Istri, Cerdik! Hal ini yang Dilakukan Soekarno Saat Dititip Untuk Membelikannya

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tebo, Efan Apturedi kepada Tribunjambi.com menyampaikan, pada sidang yang akan datang, pihaknya kembali akan menghadirkan saksi untuk memberikan keterangan.

"Jadwal sidangnya Rabu besok. Kami masih menghadirkan saksi," katanya, Senin (19/11/2018).
Sayang, dia tidak dapat memastikan jumlah saksi yang akan hadir. Namun, dia berencana akan menghadirkan lebih dari lima saksi.

Baca: Lupa Ukuran Bra Istri, Cerdik! Hal ini yang Dilakukan Soekarno Saat Dititip Untuk Membelikannya

"Kalau jumlah pastinya belum bisa disebutkan, tapi kita rencanakan lebih dari lima orang," terangnya.
Dalam sidang sebelumnya, JPU Kejari Tebo menghadirkan 10 saksi sekaligus untuk memberikan keterangan. Mereka dari perangkat desa, dusun, dan lembaga adat.

Perlu diinformasikan, Tarmizi selaku kepala desa Aburan Batang Tebo menerima dana desa sebesar Rp 601.526.000 dari tiga kali pencairan. Namun dalam pemanfaatannya, diduga dana tersebut tidak digunakan seperti aturan yang disyaratkan.

Baca: Ucapan Selamat Maulid Nabi 2018 dalam Bahasa Inggris, Bisa Dikirimkan Lewat HP

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Jo.pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-undang RI Nomor: 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jopasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca: Ternyata Karena Soekarno, Seorang Perwira TNI ini Berani Menampar Soeharto dengan Keras

Subsider, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 9Jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-undang R.I Nomor: 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved