Pilpres 2019

Pilihan Diksi Gendoruwo dan Sontoloyo Untuk Melawan Strategi Menakuti

Abdul Kadir Karding, Wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berbicara tentang penggunaan diksi Gendoruwo, Sontoloyo untuk redam

Pilihan Diksi Gendoruwo dan Sontoloyo Untuk Melawan Strategi Menakuti
TRIBUN JAMBI/HENDRI DUNAN
Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin saat deklarasi dukungan Poros Hijau pada pasangan Jokowi_Ma'ruf. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Abdul Kadir Karding, Wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin berbicara tentang penggunaan diksi Gendoruwo, Sontoloyo untuk redam politik ketakutan.

Ketika berada di Jambi, Abdul Kadir Karding, Wakil ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Amin menghadiri deklarasi Poros Hijau mendukung pasangan calon Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin. Politisi PKB ini pun dimintai tanggapannya mengenai penggunaan diksi Sontoloyo dan Gendoruwo. Lantas apa penjelasan yang diberikannya kepada awak media.

Baca: Waka TKN Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding Bicara Lingkungan Jambi

“Penggunaan diksi gondoruwo, sontoloyo, sebenarnya menjaga Indonesia. Menjaga masyarakat agar jangan sampai terpengaruh dengan strategi ketakutan, ketidakpastian, dan berita-berita hoax serta fitnah,” tegas Abdul Kadir Karding, Jumat (16/11).

Politisi PKB ini menjelaskan hal itu, bahwa dalam perkembangan politik modern, ada beberapa Negara yang menang (Pemilu-Red) presidennya dengan memproduksi hoax setiap hari. Makanya mereka menilai dengan strategi pemenangan yang seperti itu, maka orang baik pun belum tentu memang.

Karding pun mengatakan bahwa nampaknya ada pihak yang menggunakan strategi itu. Strategi membangun ketakutan, ketidakpastian, memproduksi berita bohong, fitnah terus menerus. Dan itu kemudian merubah mindset masyarakat menjadi ketakutan.

Maka mereka memilih penggunaan diksi gondoruwo, sontoloyo, sebenarnya untuk menjaga Indonesia. Menjaga masyarakat agar jangan sampai terpengaruh. Coba bayangkan bila kelompok ini yang menang, berbahaya bagi Indonesia. Kemenangan dibangun diatas kebohongan-kebohongan dan data palsu.

Baca: Wabup Robby Lepas Atlet Tanjabtim Menuju Ajang Porprov, Ini Pesan Untuk Atlet

Baca: Rendahnya Lulusan Passing Grade CPNS 2018 Dibanding Formasi yang Dibutuhkan, Ini Kebijakan Presiden 

“Pak Jokowi, bukan hanya sebagai capres tetapi sebagai presiden harus menahan ini,” ujarnya.

Diungkapkannya, pengalaman Amerika, Brazil dan lainnya, ini sekarang terjadi. Metode-metode kampanye dibangun dari data hoax dan lemah itu terjadi. Mereka pun menang. Mengalahkan orang yang relative track recordnya baik, prestasinya bagus.

“Oleh karena itu (diksi.red) gondoruwo atau sontoloyo. Bagian dari upaya pemerintah menahan laju dari gempuran itu,” katanya.

Lantas bagaimana keinginan dari tim TKN Jokowi-Ma’ruf Amin. Diakuinya mereka setuju berkampanye dengan baik. Menurutnya, kampanye itu, bicara track record, program, prestasi, jangan bicara remeh-temeh, hal hal yang tidak penting. Bicara soal lingkungan, ekonomi, politik budaya dan Indonesia masa depan. Mereka sangat terbuka. Bahkan mereka sangat ingin itu. Bila disiapkan forumnya, mereka tidak akan pernah tidak hadir.

Baca: Belasan Meter Tembok Stadion KONI Bangko Ambruk

Baca: Pengajuan Pensiun di Pemkab Batanghari Didominasi Guru PNS

Baca: Serapan Anggaran Baru 70 Persen, OPD Tanjabtim Digenjot Pekerjaan

Penulis: dunan
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved