Warga Terpaksa Panen Dini, 184 Ha Sawah Terendam Banjir

Hujan yang melanda kabupaten Kerinci, beberapa pekan terakhir tidak hanya mengakibatkan banjir di pemukiman warga

Warga Terpaksa Panen Dini, 184 Ha Sawah Terendam Banjir
TRIBUNJAMBI/ABDULLAHUSMAN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Hujan yang melanda kabupaten Kerinci, beberapa pekan terakhir tidak hanya mengakibatkan banjir di pemukiman warga.

Namun juga mengakibatkan lahan pertanian yang siap panen terendam banjir bahkan juga menyebabkan puso.

Akibatnya, untuk menghindari beberapa sawah yang terjadi puso, beberapa warga terpaksa panen dini. Seperti di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau, pada Minggu (11/11) lalu banjir semakin besar, tentunya korban banjir makin bertambah.

"Pada Minggu lalu, air Danau semakin naik menyebabkan sawah warga terendam," ujar Izuddin.

Dikatakan Izudin, untuk menghindari agar tidak terjadi puso, banyak petani yang sibuk panen dini.

"Banyak petani panen awal, mana yang bisa dilakukan pada lahannya masing-masing," bebernya.

Tentunya hal tersebut mengakibatkan, petani mengeluarkan modalnya yang cukup besar dan begitu juga tenaga.

"Kita berharap, semoga para petani mendapatkan asuransi," harapnya.

Dari data yang diperoleh ini dari Dinas Tanaman Pangan dan Holtikutural kabupaten Kerinci hingga saat ini, sekitar 184 hektare lahan pertanian yang terendam banjir. Banjir terjadi di tiga kecamatan dalam kabupaten Kerinci sedangkan lahan sawah yang telah ditanami padi terendam seluas 59 hektare.

"Ya, dari data yang masuk ke kita, ada Tiga kecamatan yang terendam banjir, masing-masing di Tiga kacamatan yaitu, kecamatan Depati Tujuh, Keliling Danau dan Danau Kerinci," ujar Kabid Pertanian Melalui Kasi Pertanian, Imelda.

Dia menyebutkan, untuk luasan lahan pertanian yang terendam banjir yakni 184 hektare, dimana lahan yang telah ditanami padi terendam seluar 59 hektare. Untuk desa terparah terendam banjir adalah desa Tanjung Pauh Mudik luas terendam, Kecamatan Keliling Danau 45 hektare dan Koto Lanang 40 hektare sedangkan Kayu Aho Mangkak 40 hektare kecamatan Depati Tujuh.

"Untuk desa desa Tanjung Pauh Hilir 30 Hektare, Ujung Pasir 15 hektare, Koto Tuo Ujung Pasir 10 hektar Koto Petai 2 hektare dan Pendung Talang Genting," bebernya.

Tidak hanya padi yang terendam, bahkan akibat banjir Padi yang siap dipanen berdampak puso dengan luasan 17 hektar yakni desa Koto Lanang dan Kayu Aho Mangkak kecamatan Depati Tujuh.

"Dalam waktu dekat ini kita akan memberikan bantuan bibit benih terhadap sawah yang terendam kita saat ini masih menunggu data dari penyuluh," tandasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved