Kadis PU Tanjabbar Sebut Pipanisasi Akan Rampung Akhir Tahun Ini

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang tengah menjabat, Andi Achmad

Kadis PU Tanjabbar Sebut Pipanisasi Akan Rampung Akhir Tahun Ini
tribunjambi/mareza sutan a j
Kadis PU Tanjabbar, Andi Achmad memberikan keterangan di muka persidangan terkait perkara pipanisasi, Rabu (14/11/18) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) yang tengah menjabat, Andi Achmad turut dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dalam pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjabbar tahun 2009-2010. Dalam sidang yang menjerat terdakwa Hendri Sastra itu, Andi menyampaikan, pembangunan pipanisasi itu kini masih berlangsung.

"Kita mulai lagi tahun 2017, dengan anggaran baru. Insya Allah, akhir tahun ini direncanakan selesai," katanya di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jambi, Rabu (14/11/18).

Dia bilang, proyek yang mangkrak sekitar tujuh tahun itu dilanjutkan dengan menggunakan sebagian barang yang masih dapat digunakan tahun 2010. Dari 23 item yang tersisa pada tahun 2010, kata dia, ada sembilan item yang masih dapat digunakan.

"Karena tahun 2014 itu sebagian terbakar. Jadi, sisa sembilan item, dengan total nilai material Rp 7.017.307.000," dia bilang.

Andi mengatakan, pemasangan pipa pada masa jabatannya dilakukan pada jalur sepanjang 4,2 km yang belum terpasang sejak 2010. Selain itu, dia juga melanjutkan pemasangan pipa di jembatan, dan beberapa titik lainnya.

Dituturkannya, dari jumlah 331 pipa yang tersisa pada 2010, hanya 150 pipa yang bisa digunakan.

"Pipa sepanjang 12 meter, tinggal 150 waktu itu. Itu tetap kita gunakan. Sisanya, 181 terbakar tahun 2014, sudah kita buat laporannya," jelasnya.

Sepengetahuannya, dalam pemasangan pipa sebelumnya, mereka terhambat oleh izin dari sebagian masyarakat desa yang menuntut ganti rugi karena kerusakan tanah dan lahan. Hal itu turut dibenarkan bawahannya yang turut hadir di persidangan, Muhammad Arsyad. Dalam keterangannya, dia mengungkapkan data-data yang sama dengan yang disampaikan Andi.

Perlu diinformasikan, terdakwa Hendri Sastra selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Tanjabbar diduga terlibat kasus korupsi dalam pembangunan sarana air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) sekitar tahun 2009-2010. Proyek dengan total anggaran sekitar Rp 151 miliar itu menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 18,4 miliar.

Dalam dakwaan primer, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsider, Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
(cre)

Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved