Pengawasan Pemilu, ASN Diminta Hati-hati Gunakan Jempol di Medsos, Bisa Dipenjara 5 Tahun

Bagi ASN yang berfoto dengan menggunakan kode jari dan berkaitan dengan calon tertentu, bisa dianggap pelanggaran.

Pengawasan Pemilu, ASN Diminta Hati-hati Gunakan Jempol di Medsos, Bisa Dipenjara 5 Tahun
tribunjambi/abdullah usman
Bawaslu Batanghari, gelar sosialisasi pengawasan pemilu 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUA BULIAN - Bawaslu Batanghari menggelar sosialisasi pengawasan pemilihan umum 2019 mendatang, bersama awak media dan pemerintah, Senin (12/11).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wisma PKK Kabupaten Batanghari tersebut, Pengawasan antar lembaga Bawaslu, Iskandar dalam pemaparannya menjelaskan soal pengawasan. Beberapa poin, terkait aturan aturan yang harus dipahami dalam kampanye dan pelanggaran kampanye.

Baca: Ingat Pemeran Utama Kungfu Soccer ini? Ya, Penampakan Stephen Chow Kini Terlihat Memprihatinkan

"Dalam pemilihan umum kali ini masa kampanye jauh lebih panjang dari masa pemilu pada tahun sebelumnnya. Masa kampanye kali ini hingga April mendatang, ada enam bulan masa yang panjang untuk berkampanye," jelas Iskandar.

Dalam masa kampanye yang terbilang panjang tersebut, banyak hal yang harus diketahui dan berpotensi banyak terjadinya pelanggaran pelanggaran kampanye.

Baca: Sebelum dengan Irwan Mussry, Maia Estianty Pernah Menderita Hingga Stres Berat Karena Ahmad Dhani

Yang menjadi pegangan Bawaslu dalam pengawasan kampanye ini berpedoman pada Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 pasal 280 ayat 3, dimana sanksi yang dapat dijatuhkan mulai dari kurungan selama lima tahun dan denda hingga Rp12 Juta.

Menurut Iskandar, untuk larangan kampanye yang tidak sesuai aturan ini selain berlaku bagi caleg, juga bagi instansi atau lembaga lainnya diantaranya ASN, POLRI, dan juga lembaga pemerintah lainnya.

Baca: Pelari Marathon Cantik yang Viral & Buat Internet Melonjak, Awas Kelamaan Lihat fotonya di Instagram

Terutama terkait kampanye di dalam media sosial. Bagi ASN yang berfoto dengan menggunakan kode jari dan berkaitan dengan calon tertentu, bisa dianggap pelanggaran. Baik dalam kegiatan formal maupun non formal bersama salah satu caleg.

"Jangankan berfoto dengan kode jari, hanya melakukan like disebuah postingan di medsos terkait kampanye, ASN tadi sudah melanggar. Jadi, hati-hati ketika memberikan jempol dalam sebuah postingan," paparnya.

Dengan memberikan like atau jemlol dalam postingan kampanye, sudah diartikan sebagai bentuk dukungan atau mengiyakan terhadap postingan kampanye tersebut.

Baca: Link Live Streaming Malaysia vs Laos di Grup A Piala AFF 2018, Kick Off Pukul 19.45 (Live K-Vision)

Seperti pada kasus sebelumnnya yang melibatkan ASN dan legislatif, dimana bawaslu menerima laporan diduga pelanggaran kampanye dengan postingan menggunakan satu jari. Namun dari hasil pemeriksaan foto bersama dengan satu jari terhadap yang bersangkutan, murni tidak ada unsur kampanye.

"Karena salam satu jari tersebut merupakan salam inovasi desa, dan beberapa bukti pendukung lainnya yang tidak menunjukan kampanye," pungkasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved