OJK Jambi Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Pinjaman Fintech

Saat ini dengan berkembangnya teknologi, masyarakat semakin familiar dengan transaksi menggunakan teknologi

OJK Jambi Imbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Pinjaman Fintech
tribunjambi/fitri amalia
Endang Nuryadin, Kepala OJK Provinsi Jambi bersama Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner OJK Institute 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat ini dengan berkembangnya teknologi, masyarakat semakin familiar dengan transaksi menggunakan teknologi yang menyediakan banyak pilihan dan layanan bertransaksi termasuk pinjaman.

Sekarang masyarakat dapat memanfaatkan financial technology (Fintech) peer to peer lending yang merupakan layanan pinjaman yang dapat dilakukan secara online yang langsung dibawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fintech merupakan inovasi di dalam bidang jasa keuangan.Pengaturan fintech sendiri telah ada dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 13 tahun 2018, tentang inovasi keuangan digital.

"Karena Fintech itu banyak sekali jenisnya, jadi perlu suatu payung hukum yang sudah kita atur di dalam peraturan OJK nomor 13 tahun 2018 tentang inovasi keuangan digital, jadi disitu kita buat suatu aturan umum yang berlaku untuk fintech secara keseluruhan," ujar Sukarela Batunanggar, Deputi Komisioner OJK Institute.

Dikatakannya dalam aturannya semua perusahaan fintech harus mencatatkan diri ke OJK. Hal tersebut agar OJK dapat mengidentifikasi dan memetakan fintech mana saja yang ada di bawah pengawasan dan pengaturan OJK. Karena tentunya ada fintech fintech yang terkait sistem pembayaran yang dibawah pengawasan Bank Indonesia maupun fintech yang tidak perlu pengaturan dari keduanya.

Selanjutnya, setelah mencatatkan diri akan ada proses review oleh OJK, suatu proses untuk menguji apakah proses bisnis, tata kelola dan modelnya sudah baik atau pun sudah bertanggung jawab.

"Apakah sudah aman, sudah dapat melindungi konsumen, dan ataukah bermanfaat bagi masyarakat dan juga menawarkan kemudahan dan kenyamanan, artinya bermanfaat untuk masyarakat," tegas Sukarela.

Tahap selanjutnya OJK bersama-sama ahli terkait akan melakukan review hasilnya dengan hasil, pertama model atau bisnis maupun proses bisnisnya sudah layak beroperasi, bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong UMKM atau mendorong inklusi keuangan.

Selain itu ada juga fintech yang baru mulai merancang yang memerlukan perbaikan. Ada hal hal yang fintech tersebut bisa perbaiki dan disempurnakan lagi berdasarkan masukan-masukan dari OJK dan para ahli.

Halaman
12
Penulis: fitri
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved