Advertorial

Sempat Jadi Kenek Angkot, Diburu Satpol PP, Kini Karir Daeng Meroket di Bank Mantap

Terpilih menjadi satu diantara pegawai Bank Mantap Jambi yang bakal mengikuti SDP (Staff Development Program) tak

Sempat Jadi Kenek Angkot, Diburu Satpol PP, Kini Karir Daeng Meroket di Bank Mantap
TRIBUN JAMBI/RIDA EFRIANI
Suardi yang akrab disapa Daeng, Marketing Terbaik di Bank Mantap Jambi dan terpilih sebagai peserta SDP 2019.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terpilih menjadi satu diantara pegawai Bank Mantap Jambi yang bakal mengikuti SDP (Staff Development Program) tak pernah dibayangkan Suardi (27). Karirnya yang melesat beberapa tahun terakhir ini adalah buah dari perjuangannya yang tidaklah mudah.

Kerap diburu anggota Satpol PP dan sempat putus sekolah hanya secuil dari rumitnya masa lalu anak ke enam dari tujuh bersaudara ini.

"Saya mulai kerja di kelas 5 SD sebagai kenek angkot. Jadi setiap hari, pulang sekolah, saya langsung ke terminal. Jadi kenek angkot sampai sore selama sekitar 1 tahun," kenang sosok yang biasa dipanggil Daeng ini, mengawali kisahnya pada Tribunjambi.com.

Dari menjadi kenek angkot itulah Daeng bisa mendapatkan uang jajan selama sekolah. Ekonomi keluarganya yang sulit, membuatnya harus menghabiskan waktu bermainnya dengan mencari uang.

Bersyukurnya ia masih dibantu Ambok Tuo, pemilik Angkot. Tak hanya diberi uang jajan, uang masuk ke MTS Negeri Model pun dibayarkan. Nyaris putus sekolah saat naik ke kelas VIII, ia pun memutuskan untuk kembali bekerja.

"Saya jadi pengantar air minum isi ulang. Kebetulan punya saudara, dia juga yang bantu biaya sekolah sampai tamat SMP. Jadi setiap hari, pulang sekolah kerja sampai jam 10 malam, sampai tamat SMP," ulasnya.

Sulitnya masa itu, membuat Daeng tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMA. Ia memilih membuka usaha jual kaset VCD bajakan. Modalnya dari jual motor butut sang kakak.

Sekitar 2 bulan berjualan, ia mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikan dari tetangganya bernama Sukar, seorang kepala sekolah swasta di Kota Jambi. Berkat sosok yang disebutnya malaikat itulah ia bisa tamat sekolah sembari tetap berjualan kaset bajakan.

"Dari jualan kaset bajakan itulah saya menabung untuk bisa masuk kuliah. Alhamdulillah bisa lanjut kuliah di STIE ASM. Dari situ jugalah saya dapat tawaran dari pelanggan kaset bajakan untuk kerja di salah satu distributor provider," ungkapnya.

Kesempatan itu tentu tidak ditolak oleh buah hati Ambo Asse dan Indo Nurung. Pria kelahiran 4 April 1991 ini memulai karirnya sebagai seorang marketing. Berkat pengalaman dan ketekunannya selama 2,5 tahun bekerja, Daeng pun didaulat menjadi marketing terbaik se Indonesia. Ia memperoleh penghargaan dan liburan ke Bali.

Halaman
12
Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved