Koto Majidin Sentra Telur Itik, Toni Olah Telur Menjadi Asin

Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci terkenal sebagai sentral telur itik.

Koto Majidin Sentra Telur Itik, Toni Olah Telur Menjadi Asin
tribunjambi/herupitra
Usaha telur asin milik Toni di Koto Majidin, Kerinci 

*Harap Pemkab Berikan Pelatihan Pemasaran

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci terkenal sebagai sentral telur itik.

Kini warga setempat mulai mengemas telur itik tersebut, bukan hanya dijual secara mentah, tapi juga dijual dalam bentuk telur asin.

Ide kreatif untuk membuat telur asin ini timbul oleh warga Koto Majidin, Toni Chandra. Ia melihat selama ini telur itik didesanya tersebut bisa dikatakan sentral dan belum dimanfaatkan menjadi olahan.

Selama ini ujarnya Toni, hasil telur dari peternak itik yang ada langsung dijual dipasaran. Padahal menurutnya, jika diolah bisa menjadi nilai jual yang lebih tinggi lagi.

“Dari sanalah saya mencoba membuat telur asin. Sejauh ini saya lakukan di rumah saya sendiri,” ungkapnya.

Dikatakannya, pembuatan telur asin dirumahnya masih tergolong baru atau hitungan bulan. Namun kini peminatnya lumayan banyak, bahkan pemesanan sampai keluar daerah.

“Untuk pemesanan harus jauh-jauh hari, karena membuat telur asin ini butuh waktu yang lama seperti untuk permentasi,” jelasnya.

Diungkapkannya, harga satu butir telur asin beragam, dimulai dari harga Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per butir. Harga tersebut tergantung ukuran telur itik itu sendiri.

Toni Chandra membeberkan, untuk pembuatan telur asin ini tidak begitu sulit. Bahan utama yang dipersiapkan seperti telur itik, abu kosok dan garam.

Tahap pertama telur dibersihkan terlebih dahulu dan dipermentasikan dengan cara merendam dengan abu gosok dan garam. Tingkat keasinan tergantung pada lama perendamannya.

“Semakin lama direndam maka telur tersebut semakin asin. Tergantung pada selera dari konsumen itu sendiri,” sebutnya.

Terkait usaha rumahannya ini, Toni Candra berharap bantuan dari pemerintah Kabupaten Kerinci. Yakni agar membantu mereka dalam hal pelatihan seperti pemasaran, pengemasan dan lain sebagainya.

“Dengan adanya pelatihan tersebut maka kami bisa bersaing dengan telur asin dari luar yang masuk ke Kerinci,” pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved