Jambi Heritage

Desa Air Hitam Laut Menyimpan Ratusan Benda-Benda Kuno, dari Masa Dinasti Song

Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Jabung Timur, menyimpan banyak benda-benda bersejarah

Desa Air Hitam Laut Menyimpan Ratusan Benda-Benda Kuno, dari Masa Dinasti Song
TRIBUN JAMBI/ZULKIFLI
Benda Kuno yang ditemukan di Desa Hitam Laut Tanjabtim. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Desa Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Jabung Timur, menyimpan banyak benda-benda bersejarah yang ditemukan warga setempat.

Ratusan benda kuno itu masih tersimpan di Desa Air Hitam Laut. Selain disimpan di Musium Mini yang digagas KH As’ad Arsyad, tokoh Masyarakat Air Hitam Laut yang juga pengasuh pimpinan Pondok Pesantren Wali Peetu, ratusan benda kuno itu juga tersimpan di rumah-rumah warga dengan berbagai jenis.

Baca: Mashuri: Warisan Terbaik adalah Politik Harapan, Bukan Politik Ketakutan

Benda-benda arkeologi yang ditemukan itu diantaranya, guci, becah belah piring dan dan mangkok, mortir rudal aktif, batu nisan kuno, dan lain sebagainya.

Menurut KH. As’ad benda-benda yang ia himpun di musium mini Desa Air Hitam laut kurang lebih sebanyak 50 buah. Itu sudah diteliti oleh ahli arkeologi BPCB Jambi dan hasil riset mengatakan sebagian benda-benda itu ada pada masa Dinasti Song. "Berarti sudah sekitar 900 tahun," kata As'ad kepada Tribunjambi.com belum lama ini.

As'ad menambahkan dengan banyaknya Benda Kuno yang ditemukan di Tanjab Timur, dirinya berharap agar ada museum yang representatif di Tanjab Timur.

Museum Maritim akan lebih tepat di Tanjab Timur, karena masih banyak benda kuno yang disimpan warga dari berbagai penjuru daerah di Tanjabtim khususnya di wilayah pesisir dengan tujuan memperkuat identitas Tanjab Timur sebagai kawasan maritim.

Baca: VIDEO: Hingga Sabtu Pukul 24.00 Tercatat Gunung Anak Krakatau Meletus 41 Kali

Baca: Kisah Rio Menduniakan Cita Rasa Kopi Liberika Tanjabbar, Hingga Memberi Skill Penyandang Disabilitas

“Saya mengusulkan untuk secepatnya dibagun karena saya pernah mendatangi rumah masyarakat hampir setiap rumah punya benda-benda antik tiga rumah saja ada 40 keramik.Saya khawatir karena banyak kolektor yang datang mencari benda-benda itu. Makanya kita kumpulkan berdasarkan kesadaran masyarakat," beber As'ad.

Menanggapi hal itu Amirudin Kabid Kebudayaan Disparbudpora Tanjab Timur menjelaskan, memang Pemda Tanjab Timur, mengarah untuk pembuatan museium. Namun ada tahapan yang harus dilewati dan dicermati sebelum pembuatan musium.

Salah satunya pembentukan Tim pendaftar cagar budaya dari Unsur Pemerintah. Setelah semua benda kuno terangkum dari semua wilayah di Tanjab Timur, tentu akan dilanjutkan dengan pembentukan tim ahli cagar budaya yang melibatkan BPCB.

“Kita mengarahnya kesana (pendirian musium) tapi kita tentu harus melalui beberapa tahapan dan itu sudah kita lakukan mulai tahun depan salah satunya kita akan himpun terlebih dahulu cagar budaya yang ada,” jelasnya. 

Baca: Sungai Batang Merao Makan korban, Warga Berlarian ke Sungai

Baca: Pengurus PMKRI Cabang Jambi Sanctus Agustinus Periode 2018-2019 Dilantik

Baca: 150 Profesional Mengajar di 20 SD di Kota Jambi, Begini Respon Pihak Sekolah

Penulis: Zulkifli
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved