Aksi Protes Hendra/Ahsan yang Disambut Riuh Tawa Penonton, Gara-gara Service Gagal

Bertarung demi perebutan tiket final, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus menghadapi wakil tuan rumah, He Jiting/Tan Qiang.

Aksi Protes Hendra/Ahsan yang Disambut Riuh Tawa Penonton, Gara-gara Service Gagal
Aksi ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada laga hari pertama Piala Thomas 2018 yang berlangsung di Thailand pada Minggu (20/5/2018). (BADMINTON INDONESIA) 

TRIBUNJAMBI.COM - Ada drama menarik mewarnai pertandingan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di semifinal Fuzhou China Open 2018, Sabtu (10/11/2018).

Bertarung demi perebutan tiket final, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus menghadapi wakil tuan rumah, He Jiting/Tan Qiang.

Menghadapi He/Tan, The Daddies harus takluk di babak pertama dengan skor 14-21.

Memasuki babak kedua, Hendra/Ahsan kembali kalah dengan 15-21.

Hasil ini pun membuat langkah mantan ganda putra nomor 1 dunia itu harus terhenti di semifinal.

Meski gagal, Hendra/Ahsan sempat menunjukkan aksi protes yang sempat membuat pertandingan sejenak dipenuhi riuh tawa penonton.

Hal tersebut terjadi pada kondisi skor 5-6, giliran Ahsan melakukan service.

Pada momen tersebut, service Ahsan di fault atau dinilai gagal oleh service judge.

Alhasil satu poin pun langsung didapat oleh He/Tan.

Tak terima atas keputusan service judge, Ahsan pun melakukan protes.

Ahsan terlihat protes pada umpire (wasit pemimpin pertandingan yang kemudian tak di terima.

Ia lantas terlihat cukup geram dan mengerutkan kening.

Ahsan pun tindakan protes tengil lainnya dengan menyetarakan tangannya dengan batas garis service di alat pengukur untuk menunjukkan jika servicenya tadi benar.

Melihat tingkah kocak Ahsan itu, para penonton pun tertawa.

Meski begitu, poin tetap diberikan wasit pada pihak China.

Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved