90 Persen Wilayah Berpenduduk di Pinggiran Sungai Batanghari, Ancaman Longsor Meningkat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari mencatat, tiga bencana yang diwaspadai

90 Persen Wilayah Berpenduduk di Pinggiran Sungai Batanghari, Ancaman Longsor Meningkat
tribunjambi/abdullah usman
Transportasi di Sungai Batanghari 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batanghari mencatat, tiga bencana yang diwaspadai pada musim penghujan saat ini selain banjir, Minggu (11/11).

Dalam rapat antusipasi dan kesiapan dalam menghadapi musim penghujan, beberapa persiapan sebelumnya telah dipersiapkan pemerintah daerah Batanghari, baik personil maupun kesiapan alat pendukung.

Sekretaris BPBD Batanghari Samral, mengatakan, dalam musim penghujan saat ini selain banjir yang menjadi antisipasi terbesar kita bersama ada beberapa bencana alam lainnya yang berpotensi terjadi akibat musim penghujan dan banjir.

"Selain banjir, kita juga waspadai perubahan angin yang berpotensi menjadi angin puting beliung, kemudian banjir bandang, dan terakhir pergerakan tanah atau longsor. Yang dapat terjadi dalam satu kejadian," jelas Samral kepada tribunjambi.com

Tebing di Sungai Batanghari
Tebing di Sungai Batanghari (tribunjambi/abdullah usman)

Lebih lanjut dikatakannya pula, yang menjadi perhatian kita saat ini terhadap warga yang berada di pinggir bantaran Sungai Batanghari.

Di mana warga yang berada di pinggiran yang sangat rawan dan berpotensi terdampak longsor akibat pergerakan air dan konstur tanah itu, bisa terancam.

"Tercatat 90 persen masyarakat di Batanghari berada di pinggiran Sungai Batanghari, dan itu berpotensi," tuturnya.

Melalui rapat inilah, pihaknya membentuk tim yang diambil dari beberapa instansi dengan tugas yang berbeda-beda. Baik pelaporan dan sebagainya, sehingga sebelum terjadi bencana pihaknya sudah menerima laporan dan dapat diantisipasi.

"Kita meminta juga masyarakat yang berada di pinggiran sungai untuk dapat melaporkan setiap perubahan, dan yang terpenting tetap waspada," jelasnya.

Menurut Samral, kecamatan yang paring rawan dan menjadi perhatian adalah Kecamatan Pemayung. Mengingat kecamatan tersebut merupakan tempat pertemuan air di lokasi tersebut. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved