Penyelundupan Benih Lobster

Rumah Pelaku Jadi Tempat Menyimpan 60 Ribu Benih Lobster Sebelum Dibawa ke Singapura

Kasubdit IV Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Parlin Silitonga, dalam rilisnya, Sabtu (10/11) di Mapolresta Jambi

Rumah Pelaku Jadi Tempat Menyimpan 60 Ribu Benih Lobster Sebelum Dibawa ke Singapura
tribunjambi/muhammad ferry fadly
Lebih kurang 60 ribu benih lobster jenis mutiara dan pasir diamankan tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Jambi, Polresta Jambi dan BKIPM Jambi, dari Imam Santoso, warga Jalan Bintan, RT 29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Jumat (9/11/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasubdit IV Tipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Parlin Silitonga, dalam rilisnya, Sabtu (10/11) di Mapolresta Jambi, membeberkan asal puluh ribuan benih lobster itu.

Ia mengatakan, barang bukti ini masuk dari Pulau Jawa menggunakan jalur darat menuju Jambi. Sementara singgah di rumah pelaku sebagai gudang penyimpanan sebelum dikirim ke Singapura.

"Rumahnya ini memang tempat penyimpanan, bukan budidaya," bebernya.

Ia menyebutkan, dari 60 ribu baby lobster yang diamankan oleh pihaknya itu terdiri dari dua jenis, yaitu pasir dan mutiara.

"Untuk jenis mutiara ada 5 persen. Selebihnya jenis pasir," katanya lagi.

Jika ditotal, lanjut Parlin, kerugian negara dari perbuatan para pelaku ini mencapai Rp 8 miliar lebih.

"Ini sebenarnya membantu Kementerian Kelautan. Agar baby lobster ini tidak keluar tanpa izin dari habitatnya yang berada di laut Indonesia," ucap Parlin.

Para pelaku dijerat pasal 88 jo pasal 16 UU RI nomor 44 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo pasal 55 KUHP, jo pasal 2 peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 56 tahun 2016 tentang larangan Penangkapan dan Pengeluaran Lobster dari Wilayah Indonesia. Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

"Penyidikan kasus ini dilakukan oleh Bareskrim Polri," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, lebih kurang 60 ribu benih lobster jenis mutiara dan pasir diamankan tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Jambi, Polresta Jambi dan BKIPM Jambi, dari Imam Santoso, warga Jalan Bintan, RT 29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Jumat (9/11) sore.

Imam Santoso tidak ditahan sendiri. Dia diamankan bersama 8 orang lainnya, yakni Yanto, Heri, Iyus, Hendra, Angri, Tamar selaku karyawan. Lalu, Bokir sebagai sopir dan Kadek selaku petugas pembukuan.

Selain itu, barang bukti yang berhasil diamankan berupa 56.306 ekor benih lobster, 3 tabung oksigen besar, 3 tabung oksigen kecil, 1 kolam besar, 200 galon aqua 16 liter berisi air laut, 11 box serofom, 1 alat tembak oksigen, 1 buku, 3 kulkas, 2 pompa air dan 1 ac pendingin kolam.

Imam diduga memiliki jaringan internasional untuk menyelundupkan puluh ribuan benih lobster ini ke luar negeri. Diketahui, sindikat ini telah beberapa kali melakukan pengiriman ke Singapura. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved